Ilustrasi aktivitas bongkar muat peti kemas sebelum dikirim ke luar negeri - - Foto: dok MI
Ilustrasi aktivitas bongkar muat peti kemas sebelum dikirim ke luar negeri - - Foto: dok MI

Kinerja Ekspor 2021 Tertinggi Sepanjang Sejarah

Ekonomi Ekspor Kementerian Perdagangan Ekspor-Impor M.Lutfi
Husen Miftahudin • 18 Januari 2022 20:15
Jakarta: Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi menyatakan kinerja ekspor Indonesia yang mencapai sebesar USD231,5 miliar di sepanjang 2021 merupakan capaian tertinggi sepanjang sejarah. Capaian ini bahkan jauh lebih tinggi dibandingkan rekor sebelumnya yang dipegang pada 2011 sebanyak USD203,6 miliar.
 
"Jadi pada tahun ini kita menembus USD231 miliar, ini adalah angka tertinggi kalau kita lihat dari 2004. Bahkan capaian ini lebih tinggi dari tahun, ekspor kita mencapai lebih dari USD200 miliar," ujar Lutfi dalam konferensi pers virtual, Selasa, 18 Januari 2022.
 
Lutfi melanjutkan, empat dari lima produk utama ekspor nonmigas Indonesia 2021 adalah produk manufaktur, yaitu minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) dan turunannya, besi baja, produk elektrik dan elektronika, serta kendaraan bermotor dan suku cadangnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kalau dilihat secara rinci, USD48,6 miliar adalah surplus nonmigas kita. Tetapi karena defisit migas kita besar tahun ini, jadi total surplus kita kira-kira sekitar USD35 miliar," jelas dia.
 
Adapun total ekspor yang berhasil diraih Indonesia di sepanjang 2021 berasal dari ekspor nonmigas yang mencapai sebesar USD219,27 miliar, tumbuh 41,52 persen dibandingkan raihan tahun sebelumnya yang hanya sebanyak USD154,94 miliar.
 
Sedangkan ekspor migas Indonesia secara kumulatif di sepanjang 2021 mencapai USD12,28 miliar atau tumbuh 48,78 persen dibandingkan capaian tahun sebelumnya yang hanya sebesar USD8,25 miliar.
 
Sementara itu, total impor Indonesia pada 2021 tercatat sebesar USD196,2 miliar atau tumbuh 38,6 persen dari 2020 yang sebanyak USD141,57 miliar. Menurut Lutfi, kinerja impor yang juga mengalami pertumbuhan pesat merupakan capaian yang sehat.

 
"Impor kita tumbuh 38,59 persen, artinya sehat. Karena pada 2020 yang lalu pertumbuhan impor kita itu adalah negatif, jadi artinya ekonomi kita (pada 2020) bisa dikatakan lesu," pungkas Lutfi.
 
(Des)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif