Ilustrasi. FOTO: Medcom.id
Ilustrasi. FOTO: Medcom.id

Mafia Tambang Jadi Pengganggu Investor di Tanah Air

Ekonomi investor pertambangan Tambang
Angga Bratadharma • 06 Mei 2022 08:38
Jakarta: Mafia tambang di Indonesia beberapa tahun terakhir ini menjadi momok bagi para investor di Indonesia. Pasalnya, baru-baru ini muncul beberapa investor tambang batu bara di Sumatra Selatan (Sumsel) yang mengeluhkan aksi pengambilalihan secara paksa oleh oknum mafia tambang di wilayah tersebut.
 
Bahkan, aksi mafia tambang di Sumsel diduga menggunakan perangkat negara seperti aparat penegak hukum untuk mengintimidasi para investor guna melepas kepemilikan tambang hingga mengalami kerugian miliaran rupiah.
 
Menyikapi hal tersebut, Direktur Eksekutif Center of Reform on Economic (CORE) Indonesia Mohammad Faisal menilai, kasus mafia tambang ini memang secara tradisi sudah terjadi sekian lama di Indonesia, khususnya di Sumsel.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Praktik-praktiknya memang banyak mengindikasikan atau seringkali diwarnai dengan pengaruh dari shadow government, kemudian ada praktik-praktik ilegal yang sering kali merugikan bagi masyarakat sekitar dan juga bagi lingkungan," kata dia, di Jakarta, dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 6 Mei 2022.
 
Parahnya, kata dia, praktik tersebut seringkali tak hanya melibatkan oknum penegak hukum atau aparat hukum, tapi sampai juga kepada oknum pemerintah, dan oknum penguasa yang tentu saja bekerja sama dengan pihak yang ingin menguasai tambang tersebut secara ilegal.
 
"Seperti yang saya sebutkan, shadow government sebetulnya adalah di luar pemerintahan tapi memiliki pengaruh dari sisi kemampuan modal capital mereka, yaitu pihak yang ingin menguasai tambang-tambang terutama yang di daerah-daerah," tuturnya.
 
Untuk itu, Faisal setuju jika KPK dan Polri harus turun sampai ke praktik mafia tambang. "Saya rasa setuju kalau kemudian KPK dan Polri memang mesti harus turun sampai ke bawah, sampai ke praktik-praktik sektor pertambangan ini, karena itu masih marak sampai sekarang," tegasnya.

Pengawasan dan investigasi lebih luas

Faisal mengatakan yang harus dilakukan adalah pengawasan dan juga investigasi yang lebih luas dan lebih ketat. Menurutnya, KPK harus turun lebih intensif lagi sampai ke daerah, bukan hanya di pusat. "Karena ini sudah marak di banyak daerah dan tipikal terjadi juga di industri atau bisnis tambang dan itu seharusnya menjadi fokus utama juga bagi KPK," kata dia.
 
Sementara itu, Direktur Eksekutif Studi Demokrasi Rakyat Hari Purwanto menilai, maraknya mafia tambang yang bermunculan karena kurangnya audit pengawasan lapangan, illegal mining, serta lemahnya tata kelola dan perizinan sektor pertambangan.
 
"Tentunya peran pemerintah, pengusaha, dan masyarakat untuk meminimalisir maraknya mafia tambang. Maraknya mafia tambang ini adalah perlawanan terhadap aturan baku dalam mencari keuntungan," pungkas Hari.
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif