ilustrasi BPJS Kesehatan  - - Foto: dok Medcom
ilustrasi BPJS Kesehatan - - Foto: dok Medcom

BPJS: Penaikan Iuran Tak Akan Membuat Peserta Turun Kelas

Ekonomi BPJS Kesehatan
Husen Miftahudin • 14 Mei 2020 14:31
Jakarta: Direktur Utama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Fahmi Idris memastikan penaikan iuran tidak akan berdampak pada penurunan kelas secara signifikan. Ia berkomitmen penaikan iuran sejalan dengan perbaikan layanan dan inovasi yang dihadirkan.

"Kami melihat tidak akan masif turun kelas, karena satu sampai tiga bulan sebelum keputusan MA (Mahkamah Agung) angkanya menuju elastisitas stabil," ujar Fahmi dalam telekonferensi di Jakarta, Kamis, 14 Mei 2020.
 
Fahmi mengaku pergeseran kelas meserta tidak banyak terjadi meski beleid kenaikan iuran BPJS Kesehatan yang diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 75 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Perpres Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan itu dibatalkan MA. Bahkan, saat keputusan penaikan iuran terdapat peserta yang justru menaikkan kelas layanannya.
 
"Pergerakan kelas menjadi ke atas itu juga ada, dinamis memang, sehingga memang angka-angka elastis itu bisa saja terjadi," tutur dia.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Fahmi memandang penaikan iuran peserta BPJS Kesehatan sangat menentukan kualitas pelayanan rumah sakit. Dalam regulasi anyar yang diterbitkan juga menjelaskan bagaimana rumah sakit dan tenaga kesehatan dibayar tepat waktu.
 
"Iuran sangat menentukan bagaimana kaitannya dengan operasional rumah sakit dan rumah sakit bisa dibayar tepat waktu, tenagakesehatan juga bisa dibayar sesuai dengan hak dan waktu yang seharusnya. Ini sangat berimplikasi terhadap bagaimana pelayanan yang diberikan," tegas Fahmi.
 
Keputusan penaikan iuran BPJS Kesehatan tertuang dalam Perpres Nomor 64 Tahun 2020 tentang perubahan kedua atas Perpres Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan. Beleid anyar itu mengatur tentang perubahan iuran mengikuti putusan MA Nomor 7P/HUM/2020.
 
Mengutip isi Perpres tersebut, iuran BPJS Kesehatan untuk Peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Bukan Pekerja (BP) untuk kelas I dan kelas II akan mulai mengalami penaikan pada 1 Juli 2020. Iuran kelas I mengalami peningkatan dari Rp80 ribu menjadi Rp150 ribu per bulan, sementara iuran kelas II naik dari Rp51 ribu menjadi Rp100 ribu per bulan.
 
Sementara itu, kelas III akan mengalami penaikan iuran menjadi Rp35 ribu per bulan pada tahun depan. Penaikan ini terjadi karena pemerintah pusat dan pemerintah daerah mengurangi subsidi dari Rp16.500 menjadi Rp7.000 per orang setiap bulannya.
 

(Des)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif