Ilustrasi EBT. Foto: AFP
Ilustrasi EBT. Foto: AFP

Strategi PLN Kejar Target Bauran Pembangkit EBT

Ekonomi PLN
Suci Sedya Utami • 13 Agustus 2020 11:23
Jakarta: PT PLN (Persero) menyatakan saat ini kapasitas terpasang pembangkit Energi Baru Terbarukan (EBT) baru sebesar 7,8 gigawatt (GW). Sementara dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) ditargetkan mencapai 16,3 GW.
 
Selain itu, pemerintah juga menargetkan bahwa bauran EBT pada 2025 harus mencapai 23 persen. Artinya, kapasitas pembangkit terpasang EBT di tahun tersebut harus mencapai 19,9 GW.
 
Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini mengatakan untuk mencapai hal tersenbut maka ada tiga rangkaian inisiatif yang dilakukan, di antaranya implementasi Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP), meluncurkan green booster dan membangun pembangkit EBT dengan skala besar.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Zulkifli mengatakan green booster bisa dilakukan antara melalui co-firing biomass atau pemanfaatan biomassa dan sampah untuk pembangkit listrik tanpa perlu membangun pembangkit. Hal ini merupakan sebuah teknologi substitusi batu bara dengan bahan bakar EBT pada rasio tertentu dengan tetap memperhatikan kualitas bahan bakar sesuai kebutuhan.
 
"Kemudian dedieselisasi atau mengurangi ketergantungan pembangkit diesel," kata Zulkifli dalam webinar milenial energi, Rabu, 12 Agustus 2020.
 
Ia mengatakan penggunaan diesel atau solar membuat impor membengkak, oleh karenanya harus dicari sumber energi hijau yang tidak perlu diimpor. Selanjutnya menggunakan eks lahan tambang untuk pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). Demikian juga dengan pemanfaatan waduk multiguna yang bisa digunakan secara bersamaan baik untuk irigasi maupun untuk pembangkit listrik.
 
"Itu akan kita coba gunakan sebagai PLTS, kerjasama dengan PUPR melalui pemanfaatan waduk, bendungan yang ada bersifat multiguna selain irigasi dimanfaatkan untuk pembangkit listrik," ujar dia.
 
Kemudian PLTS Terapung yang saat ini juga tengah dibangun oleh PLN di Waduk Cirata, Jawa Barat. Ia mengatakan pembangkit tersebut akan menjadi PLTS Terapung terbesar di Asean yang akan terwujud dalam satu hingga dua tahun mendatang yang juga akan dijadikan contoh untuk proyek-proyek selanjutnya.
 
"Kalau ini berhasil, kami sudah lihat potensi waduk-waduk dan danau-danau lain. Kita punya ratusan danau, puluhan waduk, kenapa kita enggak bangun PLTS Terapung, tidak perlu ada pembebasan tanah di sana," jelas Zulkifli.
 
 
 
(DEV)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif