Foto: dok MI/Panca Syurkani.
Foto: dok MI/Panca Syurkani.

Pemerintah Diminta Percepat Pemerataan Tenaga Listrik

Ekonomi listrik
Antara • 05 Agustus 2020 23:39
Jakarta: Pemerintah diminta mempercepat pemerataan tenaga listrik di Indonesia. Menjelang 75 tahun kemerdekaan, elektrifikasi ke seluruh pelosok negeri belum terealisasi.
 
"Kita sudah 75 tahun merdeka. Tapi, masih ada daerah 3T (tertinggal, terdepan dan terluar) yang belum teraliri listrik. Jika mengalami kendala, kami siap mendukung untuk percepatan," ujar Anggota Komisi VII DPR Sartono, Rabu, 5 Agustus 2020.
 
Menurutnya, kebutuhan listrik semakin mendesak dengan datangnya pandemi covid-19. Wabah memaksa banyak karyawan harus bekerja dari rumah. Anak-anak pun harus belajar dari rumah. Dan itu membutuhkan pasokan listrik yang memadai, terutama untuk kebutuhan internet sebagai penunjang pembelajaran dari rumah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mencatat 8.522 sekolah belum teraliri listrik. Bahkan, sebanyak 42.159 sekolah belum bisa mengakses internet.
 
"Kita dalam posisi memberikan supportkepada pemerintah untuk merealisasikan listrik di seluruh negeri. Kita dukung melalui politik anggaran," kata Sartono menyoal berbagai proyek pembangunan pembangkit listrik.
 
Sekretaris Jenderal Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Anwar Sanusi, mengatakan masih banyak wilayah di Indonesia yang belum terakses listrik. Tercatat, masih ada ratusan desa, yang sebagian besar di wilayah timur Indonesia, belum teraliri listrik.
 
Menurutnya, pemenuhan kebutuhan listrik sudah sangat mendesak. Apalagi, hampir seluruh aktivitas ekonomi kerakyatan berbasis listrik.
 
"Mau tidak mau, elektrifikasi merupakan variabel dominan untuk menggerakkan perekonomian masyarakat," kata dia.
 
Baca:Rasio Elektrifikasi Diperkirakan Gagal Capai 100% Tahun Ini
 
Praktisi pendidikan Indra Charismiaji mengatakan dunia pendidikan saat ini telah memasuki era digital. Oleh karena itu, menjadi permasalahan besar jika masih ada sekolah-sekolah di Indonesia yang belum teraliri listrik.
 
"Kalau sampai ini (listrik) belum tertangani, berat untuk ngomong pembangunan SDM (sumber daya manusia). Karena di tempat lain sudah bicara digital, sementara kita masih bicara listrik," ujar dia.
 
Tanpa didukung ketersediaan listrik yang memadai, ia memastikan kualitas pendidikan Indonesia akan tertinggal dari negara-negara lain. Pasalnya, teknologi sudah menjadi dasar dari semua aktivitas.
 
"Program besar kita adalah pembangunan SDM di era digital, bukan lagi di era nondigital. Maka, mindset-nya harus komplet," katanya.
 
Masa pandemi ini juga menjadi bukti bahwa dunia pendidikan tidak bisa lepas dari teknologi. "Dasar dari teknologi adalah soal ada tidaknya listrik. Bicara wifi tidak mungkin bisa jalan kalau tidak ada listrik," ujar Indra.
 
(UWA)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif