Ilustrasi ayam ras - - Foto: MI/ Bary Fathahilah
Ilustrasi ayam ras - - Foto: MI/ Bary Fathahilah

BI: Daging Ayam Ras Penyumbang Terbesar Inflasi Juni

Ekonomi inflasi bank indonesia
Husen Miftahudin • 19 Juni 2020 21:00
Jakarta: Bank Indonesia (BI) memperkirakan inflasi Juni 2020 sebesar 0,02 persen (mtm). Dengan demikian, maka inflasi Juni 2020 secara tahun kalender sebesar 0,93 persen (ytd) dan secara tahunan sebesar 1,79 persen (yoy).

Dalam perkembangan indikator inflasi yang dirilis Bank Indonesia, penyumbang terbesar inflasi pada Juni 2020 ini berasal dari komoditas daging ayam ras yang mengalami kenaikan harga sebesar 0,13 persen (mtm).
 
"Kemudian telur ayam ras (dengan sumbangan inflasi) sebesar 0,04 persen (mtm), bawang merah dan tomat masing-masing sebesar 0,01 persen (mtm)," ungkap rilis yang dikutipMedcom.iddari laman resmi Bank Indonesia, Jumat, 19 Juni 2020.
 
Sementara itu, komoditas utama yang menyumbang deflasi pada bulan ini, antara lain bawang putih yang mengalami penurunan harga sebesar 0,04 persen (mtm), cabai merah 0,03 persen (mtm), tarif angkutan udara 0,03 persen (mtm).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Lalu ada cabai rawit, jeruk dan emas perhiasan masing-masing sebesar minus 0,02 persen (mtm). Serta minyak goreng dan gula pasir masing-masing sebesar minus 0,01 persen (mtm)."
 
Angka-angka ini didapat bank sentral dari data survei pemantauan harga (SPH) yang dilaporkan 46 kantor perwakilan Bank Indonesia hingga pekan ketiga Juni 2020. Laporan itu sekaligus memperbarui proyeksi Bank Indonesia terhadap data inflasi Juni 2020 yang dilaporkan setiap pekan.
 
"Inflasi Juni 2020 diperkirakan sebesar 0,02 persen (mtm), lebih rendah dari bulan sebelumnya. Inflasi berada pada level yang rendah dan terkendali," jelas rilis tersebut.
 
Di sisi lain, BI akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran covid-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu.
 
"Termasuk langkah-langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berdaya tahan," tutup BI.

 
(Des)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif