Ilustrasi Indosat/Beranda Antara
Ilustrasi Indosat/Beranda Antara

Bagi Dividen Indosat Disebut Munculkan Sentimen Positif

Ekonomi Indosat Ooredoo telekomunikasi Pasar Modal Pasar Saham
Antara • 03 Desember 2021 18:38
Jakarta: Aksi korporasi PT Indosat Tbk (ISAT) berupa bagi-bagi dividen dinilai memunculkan sentimen positif di pasar modal dan memicu aksi pembelian saham. Pengamat pasar modal Reza Priyambada mengatakan langkah korporasi itu menunjukkan kinerja Indosat yang positif.
 
"Ada lonjakan pertumbuhan dari bisnis Indosat. Yang sebelumnya bisnis Indosat tercatat merugi, kini bisa membukukan laba. Pasar biasanya memberikan apresiasi atau sentimen positif," kata Reza dikutip dari Antara, Jumat, 3 Desember 2021.
 
Pernyataan Reza ini selaras dengan keterbukaan informasi dari pasar modal. Emiten telekomunikasi berkode ISAT ini akan membagikan dividen interim Rp4,99 triliun atau Rp920,14 untuk setiap saham.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Masih dari keterbukaan informasi disebutkan, per akhir Oktober 2021, Ooredoo Asia Pte. Ltd menggenggam 65 persen kepemilikan, PT Perusahaan Pengelola Aset 14,29%, dan masyarakat sebanyak 20,71 persen. Di sisi lain, tercatat hingga kuartal III/2021 Indosat membukukan pendapatan Rp23,06 triliun.
 
Baca: Kominfo Restui Indosat dan Tri Bersatu, Apa Nama Barunya?
 
Pendapatan tersebut tumbuh 11,96 persen dibandingkan dengan pendapatan periode sama tahun 2020 yang sebesar Rp20,59 triliun. Dari sisi bottom line, ISAT mampu membalikkan kerugian di kuartal III/2020 menjadi laba periode berjalan yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk sebesar Rp5,8 triliun. Pada periode sama tahun sebelumnya, ISAT mencatatkan rugi bersih Rp457,5 miliar.
 
Reza menegaskan sentimen positif terhadap emiten ISAT tak lepas dari kondisi pasar industri telekomunikasi yang sudah terbentuk. Pelaku pasar melihat semakin berkembangnya pasar dan teknologi, mendorong perkembangan proses digitalisasi (transformasi digital) pun semakin masif.
 
Apalagi di tengah pandemi seperti sekarang ini dimana hampir semua masyarakat, mulai dari kalangan bawah sampai atas butuh layanan data yang disediakan oleh provider telekomunikasi. Reza memberikan contoh aksi korporasi XL yang berencana akan merger dengan Axis.
 
Saat itu, pasar sudah melihat dan memprediksi, siapa yang akan digandeng oleh XL. Ketika hal tersebut terwujud, pelaku pasar tentu akan melakukan aksi beli saham XL.
 
 
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif