Menteri BUMN Erick Thohir - - Foto: dok Kementerian BUMN
Menteri BUMN Erick Thohir - - Foto: dok Kementerian BUMN

Lewat Instagram, Erick Kenalkan Peneliti Vaksin AstraZeneca Asal Indonesia

Ekonomi BUMN instagram Bio Farma Erick Thohir vaksin covid-19 AstraZeneca
Suci Sedya Utami • 23 Juli 2021 19:17
Jakarta: Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengenalkan peneliti vaksin AstraZeneca yang berasal dari Indonesia melalui platform instagram pribadinya @erickthohir.
 
Dalam acara instagram live bertajuk berbagi ilmu dan pengalaman untuk menginspirasi anak bangsa ini, Erick berbincang-bincang dengan Indra Rudiansyah.
 
Indra merupakan salah satu anggota dalam kelompok penelitian Profesor Sarah Gilbert dari Jenner Institute yang menghasilkan vaksin tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia bercerita pertama kali bertemu Indra ketika kunjungan ke London pada Oktober-November 2020 saat penjajakan terkait vaksin AstraZeneca. Awalnya, Erick tidak mengenal Indra dan mengaku kaget setelah tahu bahwa ia merupakan karyawan PT Bio Farma (Persero).
 
"Saya terkaget-kaget ketika Indra ternyata dari Bio Farma dan ternyata kebetulan Indra mendapatkan beasiswa LPDP," kata Erick dalam tayangan instagram live, Jumat, 23 Juli 2021.
 
Indra saat ini merupakan mahasiswa S3 di Universitas Oxford, Inggris. Ia bekerja di  Bio Farma sejak 2014. Setelah dua tahun bekerja di perusahaan BUMN farmasi itu, Indra mulai mencari beasiswa dengan mendaftar ke Universitas John Hopkins di Maryland, AS serta Universitas Oxford.
 
Indra diterima di Universitas Oxford dengan beasiswa dari LPDP dan meneliti mengenai vaksin malaria. Indra mengatakan sebelum menentukan judul penelitian, ia sempat berkonsultasi dengan sang bos Bio Farma.
 
Saat itu pilihan yang menarik yakni malaria, HIV dan tuberkulosis. Ketika pandemi datang, ada kelompok penelitian yang kekurangan personel dan menawarkan kepada semua orang untuk join.
 
"Itu awal mulai keterlibatan saya di covid-19," cerita Indra.
 
Erick pun mengaku bangga dengan pencapaian Indra. Ia pun meminta Indra kembali ke Indonesia untuk bisa membantu pengembangan vaksin di Tanah Air. Katanya, ada dua vaksin yang dikembangkan yakni Vaksin Merah Putih dan Vaksin BUMN.
 
"Mudah-mudahan ketika balik bisa bantu Indonesia bagaimana cara sinergitas bisa membantu Bio Farma, karena targetnya pengembangan Vaksin Merah Putih atau Vaksin BUMN di Maret tahun depan harus jadi," jelas Erick.

 
(Des)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif