Menkop UKM Teten Masduki (Foto:Dok.Metro TV)
Menkop UKM Teten Masduki (Foto:Dok.Metro TV)

Menkop UKM Optimistis UMKM Mampu Bangkit di Tengah Pandemi

Ekonomi Berita Kemenkop UKM
Rosa Anggreati • 09 November 2020 12:44
Jakarta: Pandemi covid-19 berdampak terhadap perekonomian. Pelaku usaha kecil mikro dan menengah (UMKM) merupakan salah satu yang terdampak.
 
Banyak usaha UMKM yang terpaksa gulung tikar akibat produknya tak terserap pasar. Daya konsumsi masyarakat menurun pada masa pandemi karena banyak yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK).
 
"Tantangan terberat UMKM pada masa pandemi covid-19 ialah terganggunya usaha akibat omzet turun, dan berdampak pada munculnya masalah permodalan," kata Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Teten Masduki pada program acara Kick Andy di Metro TV, Minggu, 8 November 2020. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM tidak tinggal diam. Banyak program digelontorkan pemerintah untuk membantu kelangsungan hidup UMKM. 
 
"UMKM yang usahanya berhenti total, kita dorong masuk ke program bansos, termasuk sebagai kelompok miskin baru. UMKM yang masih bisa bertahan masuk dalam dua kategori, yaitu bankable (memenuhi persyaratan bank untuk mendapatkan kredit usaha) dan belum bankable," kata Teten Masduki.
 
Teten Masduki menjelaskan untuk kategori bankable, UMKM dibantu melalui program restrukturisasi pinjaman, relaksasi pinjaman, tidak bayar cicilan enam bulan, subsidi bunga 6 persen selama enam bulan, subsidi pajak, dan pembiayaan murah.
 
Kemudian, kategori belum bankable dibantu dalam bentuk Bantuan Presiden Usaha Mikro (BPUM). Bantuan ini diperuntukkan bagi usaha mikro yang belum pernah meminjam ke bank, diperuntukkan bagi 12 juta usaha mikro. 
 
"Yang 9,1 juta sudah selesai, sekarang kami sedang menyelesaikan sisanya," kata Teten Masduki.
 
Pemerintah juga menunjukkan upaya menghidupkan UMKM melalui UU Cipta Kerja. 
 
"Dalam UU Cipta Kerja disebutkan 40 persen belanja pemerintah harus menyerap produk UMKM. Maka Presiden menginstruksikan tahun ini disediakan Rp321 triliun untuk pemerintah dan BUMN membeli produk UMKM," ujar Teten Masduki.
 
Masih menyinggung UU Cipta Kerja, Teten Masduki menjelaskan sejak awal UU Cipta Kerja dirancang, Presiden telah memberikan arahan tentang kekhawatiran liberalisasi investasi akan menelan usaha kecil. 
 
"Sekitar 10 persen UU Cipta Kerja untuk UMKM, sebanyak 19 pasal. Yang ramai soal isu tenaga kerja itu cuma 4 pasal. Tidak berlebihan jika kami bilang UU Cipta Kerja ini yang utama memanfaatkan justru UMKM karena memudahkan pemerintah mendesain strategi nasional pengembangan UMKM, dan menjawab masalah utama yang dihadapi UMKM sulit berkembang, yaitu akses perizinan," ujar Teten Masduki.
 
Perihal akses perizinan UMKM, sekarang tidak perlu izin lagi, cukup mendaftar. Proses mendaftar hanya memerlukan Nomor Induk Berusaha (NIB). 
 
"NIB ini cukup satu untuk digunakan semua urusan kegiatan usaha. Nanti kalau ada produk menyangkut kesehatan, keselamatan, itu butuh sertifikat. Kalau sertifikat halal untuk usaha mikro, digratiskan. UU Cipta Kerja menyebutkan pemerintah yang akan subsidi atau bisa juga pelaku usaha melakukan deklarasi produknya halal," kata Menkop UKM.
 
UU Cipta Kerja juga menaruh perhatian terhadap startup. Apalagi, startup saat ini banyak diinisiasi kalangan muda yang terdidik dan inovatif.
 
"Kami mempersiapkan agar kita punya kemampuan bersaing. Ada pendekatan inkubasi bisnis," ucapnya.
 
Disinggung mengenai penyerapan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) oleh Kemenkop UKM, Teten Masduki mengatakan telah menyalurkan langsung melalui Bantuan Presiden Usaha Mikro (BPUM). 
 
"Sebanyak 9,1 juta UMKM sudah kami transfer melalui dua bank penyalur, BNI dan BRI. Kemudian, dana yang Rp1 triliun untuk koperasi sudah 100 persen tersalurkan. kalau tidak salah yang dana restrukturisasi Rp120 triliun sudah mendekati 70 persen terserap," tuturnya.
 
Teten Masduki optimistis ekonomi nasional akan kembali pulih jika vaksin covid-19 telah tersedia dan distribusikan. 
 
"Kunci pemulihan ekonomi di tengah covid-19 ialah bagaimana kemampuan pemerintah bisa mengatasi covid-19, vaksin menjadi sangat penting. Jika vaksin sudah tersedia, orang tidak takut lagi keluar rumah. Kegiatan kembali normal, pariwisata normal, sekolah dan perkantoran aktif kembali, industri hidup 100 persen. Saya kira konsumsi akan meningkat kembali. Saat ini, konsumsi turun karena orang banyak kehilangan pekerjaan sehingga pendapatan turun," katanya. 
 
Menkop UKM Teten Masduki berpesan kepada pelaku usaha kecil tetap harus optimistis bisa melewati masa sulit ini. 
 
"Mudah-mudahan tahun depan bisa tumbuh. Dengan UU Cipta Kerja kita optimistis UMKM bisa bangkit dan bisa naik kelas karena disediakan berbagai fasilitas dan kemudahan untuk UMKM agar tumbuh berkembang," kata Menkop UKM.
 
(ROS)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif