Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Nurhaida. Foto : MI/Barry.
Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Nurhaida. Foto : MI/Barry.

OJK Dorong Kolaborasi Demi Pertumbuhan Ekosistem Keuangan Digital

Ekonomi pandemi covid-19 corona virus
Husen Miftahudin • 25 November 2020 13:04
Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berkomitmen untuk meningkatkan pertumbuhan fintech dan ekosistem keuangan digital yang berkesinambungan di Indonesia. Salah satunya dengan mendorong kolaborasi antara lembaga jasa keuangan dengan penyelenggara inovasi keuangan digital.
 
Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Nurhaida mengatakan kolaborasi lembaga jasa keuangan dengan penyelenggara inovasi keuangan digital dapat menciptakan sinergi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan memberdayakan para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).
 
"Pemberdayaan UMKM melalui akses modal yang lebih fleksibel dan lebih mudah, memutar roda ekonomi menjadi lebih cepat dan lebih besar, serta menciptakan lapangan kerja baru. Tentu kita harapkan ini bisa mengentaskan kemiskinan di Indonesia," ungkap Nurhaida dalam Penutupan Indonesia Fintech Summit & Pekan Fintech Nasional 2020 yang digelar secara virtual di Jakarta, Rabu, 25 November 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu, kolaborasi juga perlu dilakukan antara pemerintah dan seluruh pelaku ekosistem keuangan digital di Indonesia. Tujuannya, agar dapat memajukan inovasi keuangan digital melalui adopsi teknologi dalam menunjang pemulihan ekonomi nasional.
 
"Seperti, memperluas akses pemasaran e-commerce, serta menjadi solusi bagi kebutuhan akses keuangan untuk masyarakat dan pelaku usaha, terutama UMKM," tegas Nurhaida.
 
Menurutnya, kolaborasi bisa mendorong pembentukan ekosistem keuangan digital sehingga tumbuh secara cepat, berkesinambungan, dan juga inklusif. Oleh karena itu, OJK membuka peluang untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak demi menciptakan pertumbuhan berkelanjutan bagi fintech dan ekosistem keuangan digital di Indonesia.
 
"Dengan melibatkan seluruh elemen ekosistem keuangan digital seperti pemerintah, penyelenggara fintech, lembaga jasa keuangan, juga tentu asosiasi fintech, percepatan pembentukan ekosistem keuangan digital di Indonesia yang berkesinambungan dan inklusif akan terlaksana," ucap dia.
 
Nurhaida menuturkan bahwa pesatnya perubahan teknologi juga mendorong pengembangan fenomena ekonomi berbagi (sharing economy), mulai dari kegiatan ekonomi berbasis peer to peer hingga business to business. Fenomena ini sudah memiliki peraturannya, sehingga diharapkan dapat terus berkembang ke depannya.
 
"Jika kita tidak siap akan perubahan yang terjadi, maka fenomena tersebut tentu akan memberikan dampak disrupsi di berbagai industri seperti misalnya media, akomodasi, telekomunikasi, transportasi, perdagangan, dan juga keuangan," ungkapnya.
 
Terkait hal tersebut, OJK berkomitmen untuk membantu percepatan perkembangan industri fintech yang salah satunya dengan menyediakan perizinan daring tanpa tatap muka selama masa pandemi. OJK OJK juga telah mempunyai peta jalan (roadmap) pengembangan bisnis fintech yang ada di Indonesia.
 
"Mari kita semua bersatu untuk senantiasa mendukung perkembangan inovasi keuangan digital ini. Tentu kita harapkan inovasi keuangan digital yang berkembang adalah inovasi keuangan digital yang bertanggung jawab serta mengedepankan perlindungan konsumen untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional," pungkas Nurhaida
 
(SAW)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif