Ilustrasi. FOTO: dok ICDX
Ilustrasi. FOTO: dok ICDX

Timah Kian Menjanjikan, RI Dapat Royalti Rp138 Miliar

Ekonomi timah bursa berjangka jakarta
Media Indonesia.com • 12 Mei 2021 08:56
Jakarta: Harga timah fisik murni batangan di Jakarta Futures Exchange (JFX) berhasil menembus harga tertinggi pada 10 Mei lalu, dengan harga USD33.100 per ton. Di saat yang sama, harga timah di London Metal Exchange (LME) tercatat di posisi USD33.097, dan di Kuala Lumpur Tin Market (KLTM) di posisi USD30.250.
 
Peningkatan harga timah di JFX ini telah terjadi sejak awal 2021, sepanjang Januari-April 2021 harga timah awal tahun berada di posisi USD20.075 per ton, dan sampai dengan April 2021 berada di posisi USD28.665 per ton. Sebelumnya harga tertinggi timah fisik murni batangan di JFX terjadi di 6 Mei 2021, yaitu USD32.500 per ton.
 
Direktur Utama PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) Fajar Wibhiyadi mengatakan pergerakan harga timah ini tentunya merupakan hal yang menggembirakan bagi ekosistem perdagangan timah nasional. Hal itu terjadi seiring dengan mulai bergeraknya ekonomi baik nasional maupun global, serta mulai bergeraknya industri.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Yang tentunya meningkatkan permintaan," tuturnya, dilansir dari Mediaindonesia.com, Rabu, 12 Mei 2021.
 
Pihaknya optimistis transaksi timah di Bursa Berjangka Jakarta akan bergerak positif. Harga timah yang ditransaksikan di Bursa Berjangka Jakarta/Jakarta Futures Exchange ini dapat diakses secara masyarakat umum dalam situs resmi Bursa Berjangka Jakarta.
 
"Penentuan harga komoditas ini berdasarkan mekanisme kesepakatan antara peserta jual dan peserta beli," ungkapnya.
 
Saat ini di Bursa Berjangka Jakarta terdapat dua skema transaksi timah, yaitu untuk transaksi luar negeri (ekspor) dan transaksi timah dalam negeri. Untuk transaksi timah luar negeri, telah berjalan sejak pertengahan 2019. Sedangkan untuk transaksi timah dalam negeri, baru berjalan di pertengahan Maret 2021.
 
Dalam transaksi timah di Bursa Berjangka Jakarta ini, PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) berperan sebagai lembaga kliring. Bergeraknya transaksi di perdagangan timah luar negeri di Bursa Berjangka Jakarta ini, juga telah memberikan kontribusi terhadap penerimaan negara.
 
Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 81 Tahun 2019, tarif royalti logam timah ditetapkan sebesar tiga persen. Dengan nilai transaksi sebesar Rp4,6 triliun, royalti yang masuk ke kas negara ada di kisaran angka Rp138 miliar.
 
"Adanya transaksi timah di Jakarta Futures Exchange (JFX), tentunya akan menjadi etalase Indonesia pasar timah dunia. Sebagai negara yang memiliki cadangan timah kedua terbesar di dunia dengan cadangan sebesar 31 persen, sudah selayaknya Indonesia akan turut menjadi penentu harga timah dunia," pungkas Fajar Wibhiyadi.
 
 
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif