Pengamat militer dan intelijen Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati. Foto: Dok Seskoal
Pengamat militer dan intelijen Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati. Foto: Dok Seskoal

Indonesia Berpotensi Jadi Pusat Aktivitas Ekonomi Maritim

Ekonomi industri maritim poros maritim dunia maritim dan kelautan
Antara • 03 November 2020 18:48
Jakarta: Pengamat militer dan intelijen Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati menilai Indonesia berpotensi sebagai pintu gerbang dan pusat aktivitas ekonomi. Bahkan, Indonesia bisa menjadi penyangga maritim di kawasan Asia Tenggara.
 
"Geostrategis Indonesia dalam jalur perdagangan internasional berada di antara Benua Australia dan Asia. Indonesia juga berada di antara Samudra Hindia dan Pasifik. Itu merupakan urat nadi perdagangan internasional," kata Susaningtyas saat menjadi pembicara dalam seminar nasional bertema Membangun Kembali Budaya Maritim Indonesia melalui Kebijakan Kelautan Indonesia dengan Strategi Pertahanan Maritim Indonesia, di Gedung Seskoal, Jakarta Selatan, Selasa, 3 November 2020.
 
Indonesia, lanjut dia, memiliki empat dari sembilan choke point yang ada di dunia. Lebih dari 40 persen total perdagangan dunia melalui perairan Indonesia. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sebanyak 70 persen perikanan dunia berada di Asia Pasifik dan 30 persen produk perikanan dunia dipasok dari Indonesia," kata dia.
 
Kendati demikian, selain berpotensi besar dan menjadi pintu gerbang aktivitas ekonomi maritim dunia, wilayah perairan Indonesia juga dapat menjadi ancaman terbesar bagi bangsa. Indonesia amat rentan terhadap ancaman keamanan yang dapat menyebabkan instabilitas di kawasan.
 
"Saat ini Tiongkok amat agresif ingin menjadi kekuatan besar ekonomi dan militer untuk menguasai jalur perdagangan Indopasifik. Mereka ingin membangun beberapa pelabuhan di negara partisipan secara gratis," kata Nuning, sapaan Susaningtyas.
 
Sikap Tiongkok ini dikhawatirkan membawa ancaman di kawasan. Di sisi lain, Amerika Serikat bersama Jepang, India, dan Australia juga telah membentuk aliansi strategis bernama The Quad untuk memperkuat konsep free and open Indo Pasific (Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka).
  
Secara tidak langsung, kata dia, upaya tersebut juga untuk melaksanakan fungsi menahan pengaruh Tiongkok di kawasan. "Belakangan aliansi tersebut juga mulai menggalang dukungan dari negara-negara ASEAN," kata dia.
 
(UWA)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif