Foto: dok MI.
Foto: dok MI.

Ragam Subsidi Industri Penerbangan untuk Percepatan Pemulihan Ekonomi

Ekonomi penerbangan Kementerian Perhubungan Pemulihan Ekonomi Nasional
Ade Hapsari Lestarini • 27 Oktober 2020 09:51
Jakarta: Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah bergerak cepat untuk berupaya mendorong pemulihan ekonomi yang terdampak pandemi covid-19. Khususnya pemulihan di sektor transportasi.
 
Pemerintah pun memberikan beberapa stimulus untuk industri penerbangan agar perekonomian makin menggeliat. "Kami memberikan stimulus subsidi tiket pesawat," kata Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, dalam Government Roundtable Peran Perhubungan dalam Pemulihan Ekonomi yang diadakan MarkPlus, Senin, 26 Oktober 2020.
 
Terkait stimulus subsidi tiket pesawat, Menhub berharap dapat meningkatkan minat penumpang pesawat yang merosot selama pandemi covid-19.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Stimulus lainnya yakni inovasi yang dilakukan di sektor penerbangan yaitu membebaskan beban biaya kalibrasi fasilitas penerbangan dan alat bantu pendaratan pesawat yang biasanya dibebankan kepada operator bandara.
 
"Stimulus ini diharapkan dapat menggerakkan sektor penerbangan, pariwisata, dan sektor turunannya," ungkap Menhub.
 
Adapun untuk mendorong sektor transportasi, diamengungkapkan upaya-upaya yang dilakukan. Pertama, melakukan percepatan penyusunan Peraturan Menteri Perhubungan dan SE Dirjen baik itu Darat, Laut, Udara, dan Kereta Api tentang transportasi berbasis protokol kesehatan.
 
Kedua, memberikan stimulus penyerapan anggaran. Ketiga, mendukung program padat karya, dan sejumlah program lainnya.
 
Inovasi lainnya juga telah dilakukan Kemenhub yakni percepatan Program Proyek Strategis Nasional (PSN) seperti pembangunan konektivitas transportasi mendukung lima Bali Baru, dan inovasi mendorong investasi dengan Percepatan penyelesaian Peraturan Pemerintah (PP) sebagai turunan Omnibus Law dan percepatan perizinan.

Investasi infrastruktur

Selain itu, Kemenhub juga terus mendorong investasi melalui pendanaan infrastruktur dengan sumber dana selain APBN yaitu menggunakan skema Kerjasama Pemerintah Badan Usaha (KPBU), seperti Pelabuhan Patimban dan Jalur KA Makassar-Pare-Pare.Kemudian melibatkan empat Perguruan Tinggi Negeri (PTN) ternama dalam merumuskan kebijakan sektoral transportasi.
 
Dia mengatakan Pemerintah akan tetap fokus melakukan pembangunan dan pengembangan insfrastruktur transportasi dalam upaya menjaga aksesibilitas dan mobilitas barang dan jasa untuk menopang pertumbuhan ekonomi.
 
Prioritas Pemerintah ke depan yaitu berfokus pada pemulihan industri pariwisata dan investasi, reformasi sistem kesehatan nasional, serta reformasi sistem ketahanan bencana seperti membangun infrastruktur pendukung 10 Bali baru, program jembatan udara dan tol laut, pembangunan transportasi di Ibu Kota Negara Baru, serta kolaborasi dengan Kementerian BUMN membangun ekosistem pariwisata dan delapan kluster penerbangan Jakarta-Surabaya, Jakarta-Bandung, lanjutan MRT, dan Bandara Bali Utara.
 
(AHL)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif