PT Pelita Samudera Shipping Tbk memperoleh fasilitas pinjaman berjangka dari Citibank. Foto: Istimewa.
PT Pelita Samudera Shipping Tbk memperoleh fasilitas pinjaman berjangka dari Citibank. Foto: Istimewa.

Pelita Samudera Shipping Raih Pinjaman USD20 Juta untuk Ekspansi Armada

Ekonomi Kredit transportasi laut
Husen Miftahudin • 30 September 2020 10:42
Jakarta: Perusahaan jasa angkutan laut PT Pelita Samudera Shipping Tbk memperoleh fasilitas pinjaman berjangka dari Citibank senilai USD20 juta. Pinjaman tersebut direncanakan untuk membiayai ekspansi armada perusahaan.
 
Presiden Direktur Pelita Samudera Shipping Alex Iriawan Ibarat mengatakan, fasilitas pendanaan yang diperoleh merupakan yang pertama kalinya untuk perusahaan pelayaran berbendera Indonesia selama beberapa tahun terakhir. Hal ini semakin mengukuhkan tingkat kepercayaan dari lembaga keuangan terhadap kinerja dan prospek bisnis perseroan yang solid.
 
"Volume segmen MV (Motor Vessel atau kapal motor) meningkat sebesar 44 persen (yoy) dan berhasil mendapatkan beberapa kontrak jangka panjang," ujar Iriawan dalam keterangan tertulis yang diterima Medcom.id, Rabu, 30 September 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Iriawan mengungkapkan bahwa keberhasilan meraih kontrak jangka panjang menambah 16 pelanggan baru dibandingkan dengan 2019. Sehingga perusahaan kini mulai melayani pasar internasional ke Vietnam dan Filipina.
 
Perseroan berencana untuk melakukan strategi ekspansi multikargo dengan potensi mendapatkan kontrak sewa berjangka jangka panjang. Adapun total pendapatan sewa berjangka Pelita Samudera Shipping per 31 Agustus 2020 sebesar USD9,2 juta, naik 64 persen dari USD5,6 juta di periode yang sama tahun sebelumnya.
 
Selain itu, emiten pelayaran dengan kode saham PSSI ini berhasil membukukan pendapatan sebanyak USD45,8 juta pada 31 Agustus 2020. Perseroan juga berhasil memperkuat EBITDA margin sebesar 38 persen, lebih tinggi dari periode sama tahun lalu sebesar 35 persen.
 
"Tarif angkutan rata-rata mengalami kenaikan sebesar 25 persen menjadi USD3,0 per metrik ton di Agustus tahun 2020 dibandingkan USD2,39 per metrik ton di Agustus 2019. Dengan kinerja tersebut, perseroan mencatatkan laba bersih sebesar USD4,3 juta dengan margin laba bersih sebesar 9,4 persen," pungkas Iriawan.
 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif