Ilustrasi. Foto: Medcom.id
Ilustrasi. Foto: Medcom.id

Pengusaha Ungkap Dua Penghambat Pemulihan Ekonomi 2021

Ekonomi Stimulus Ekonomi Imbas Korona Pemulihan Ekonomi Nasional
Annisa ayu artanti • 26 Januari 2021 20:27
Jakarta: Pelaku usaha menilai terdapat dua masalah yang cukup menjadi perhatian dalam rangka pemulihan ekonomi nasional 2021.
 
Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi B Sukamdani menyebut dua masalah tersebut adalah stimulus dan program restrukturisasi. Pengusaha menilai, stimulus yang selama ini telah dikucurkan pemerintah selama ini tidak memberikan dampak signifikan terhadap pemulihan ekonomi nasional.
 
"Stimulus yang ada sekarang ini memang jumlahnya besar tapi efek dorongnya itu masih kurang. Jadi mesti melihat secara lebih tajam lagi, sebenernya stimulus ini tepat sasaran atau tidak," ujarnya dalam diskusi virtual, Selasa, 26 Januari 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Lebih lanjut, Hariyadi mengatakan, seharusnya stimulus membagi beban antara pelaku usaha, pemerintah, dan masyarakat. Namun, yang terjadi justru pelaku usaha yang menanggung lebih banyak beban di kondisi pandemi.
 
"Kami melihat sementara bebannya ini masih banyak ditanggung oleh dunia usaha. Ini kita harap burden sharing-nya harus sama-sama," ungkapnya.
 
Lalu mengenai restrukturisasi, Hariyadi juga menyampaikan, pengusaha menilai program restrukturisasi tidak berjalan sebaik yang disampaikan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan perbankan. "Kenyataan yang dilapangan itu, yang kami monitor dilapangan tidak seperti itu," ujarnya.
 
Kendati demikian, Hariyadi pun tidak menampik optimisme pemulian ekonomi tetap ada di 2021, terlebih pemerintah telah menerbitkan Undang-Undang Cipta Kerja dan rencana pembentukan Lembaga Pengelola Investasi (LPI) alias Sovereign Wealth Fund (SWF). Dua hal tersebut diyakini akan menjadi penggerak investasi di masa mendatang.
 
"Kami melihat yang menjadi optimistis di 2021 adalah satu dari sisi Undang-Undang Cipta Kerja dan kedua dari SWF. Mudah-mudahan ini cepat berjalan. Ada dua komponen penggerak investasi yang menurut saya cukup menarik di 2021 dan selanjutnya nanti," pungkasnya.
 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif