Ilustrasi UMKM. Foto: Antara/Maulana Surya
Ilustrasi UMKM. Foto: Antara/Maulana Surya

Kemenparekraf Ajak UMKM Kriya Go Digital saat Pandemi

Ekonomi UMKM Kemenparekraf
Angga Bratadharma • 21 September 2020 17:19
Jakarta: Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mengajak pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk bertransformasi ke digital, demi mengakselerasi pertumbuhan. Hal itu dinilai penting mengingat pandemi covid-19 menghambat adanya pertemuan fisik antara UMKM kepada masyarakat.
 
Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif Kemenparekraf/Baparekraf M Neil El Himam mengaku sektor pariwisata adalah sektor yang paling terdampak negatif akibat pandemi covid-19. Sedangkan di ekonomi kreatif yang paling terdampak adalah UMKM di subsektor kriya.
 
"Karena subsektor kriya merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sektor pariwisata. Kriya banyak menyediakan karya-karyanya berupa souvenir untuk dijual kepada wisatawan. Jadi selama wisatawan terdampak luar biasa maka akan berdampak kepada pelaku usaha di bidang kriya," kata Neil, dalam sebuah webinar, Senin, 21 September 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Meski demikian, tambahnya, memasuki era ekonomi digital sekarang ini membuat terjadinya akselerasi transformasi digital untuk semua sektor termasuk kriya. Artinya, bertransaksi tidak perlu lagi dilakukan secara fisik dan pemasarannya bisa lebih luas lantaran dilakukan secara digital.
 
Namun, Neil tidak menampik, bertransformasi secara digital bagi UMKM tidak semudah membalikan telapak tangan. Pasalnya, ada hal lain yang perlu diperhatikan mulai dari metode dalam penjualan, memberikan penjelasan yang tepat dalam pemasaran produk atau jasa melalui platform digital, hingga menghasilkan produk yang berkualitas.
 
"Menurut kami yang paling penting adalah terkait dengan kualitas dari produk-produk yang dihasilkan. Ini sangat penting. Karena nilai ekonomi digital di Indonesia pada tahun lalu mencapai Rp600 triliun dan di 2025 nilai ekonomi digital diprediksi akan mencapai Rp1.600 triliun. Itu untuk keseluruhan," tukasnya.
 
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif