Executive Vice President (EVP) Corporate Planning PT PLN (Persero) Hot Martua Bakara. Foto Istimewa.
Executive Vice President (EVP) Corporate Planning PT PLN (Persero) Hot Martua Bakara. Foto Istimewa.

Indonesia Butuh Ini Buat Mewujudkan Transisi Energi

Husen Miftahudin • 30 September 2022 19:25
Nusa Dua: Global Future Fellows (GFF) yang digelar Pijar Foundation menyimpulkan, transisi energi membutuhkan transformasi ekonomi dan masyarakat. Hal ini hanya dapat terjadi melalui kemitraan multi-pemangku kepentingan.
 
Executive Vice President (EVP) Corporate Planning PT PLN (Persero) Hot Martua Bakara mengakui masih ada kesenjangan dalam hal kemampuan dan teknologi internal yang saat ini ada di Indonesia.
 
"Ada lima perubahan utama yang diperlukan untuk mencapai netralitas karbon pada 2060, dari energi terbarukan skala besar di daerah terpencil hingga penangkapan dan penyimpanan karbon. Semua upaya ini membutuhkan metode penetapan harga baru, pembiayaan, penyebaran teknologi, dan dukungan kebijakan," sebut Bakara dalam keterangan tertulis, Jumat, 30 September 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pesan ini juga tercermin dalam program GFF 2022 dengan narasumber yang berasal dari akademisi, organisasi masyarakat sipil, kamar dagang, asosiasi pemerintah, dan suara filantropi. Ditekankan kembali, kemitraan jadi kendaraan utama perubahan, baik di tingkat global maupun lokal.
 
Baca juga: Mau Capai Target Net Zero Emissions pada 2060, Indonesia Perlu Ubah Sistem Energi

 
Direktur Global Future Fellows (GFF) Cazadira F. Tamzil yang memimpin GFF 2022 hari kedua ini menyebutkan, tata kelola kolaboratif menjadi cara untuk mempromosikan aksesibilitas dan inklusi energi di seluruh nusantara.
 
"Organisasi pada umumnya, di seluruh sektor publik, swasta dan masyarakat, sekarang umumnya bergerak ke proyek commissioning dan scaling untuk mendukung tujuan Pemerintah Indonesia dalam menyeimbangkan ambisi ekonomi dan iklim," urai dia.
 
Untuk mencapai transisi energi yang berkelanjutan dan merata bagi Indonesia, BUMN dan sektor lainnya membutuhkan kolaborasi yang bermakna tidak hanya dengan global, tetapi juga mitra lokal, terutama dalam hal berbagi sumber daya.
 
"Rencana Aksi Bersama yang dibuat oleh GFFellows dengan 36 peserta yang mengambil bagian dari GFF 2022 akan mengkonsolidasikan potensi kolaborasi antara sektor publik, swasta, dan masyarakat untuk menjaga proses transisi energi Indonesia," tutupnya.
 
(HUS)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif