Ilustrasi. Foto: AFP
Ilustrasi. Foto: AFP

Perhutani-Pertamina Hitung Cadangan Karbon Percepat Net Zero Emission

Achmad Zulfikar Fazli • 11 Februari 2022 23:59
Jakarta: Perum Perhutani menggandeng Pertamina Power Indonesia (PPI) untuk mempercepat pencapaian target net zero emission BUMN pada 2050. Percepatan capaian target itu dilakukan melalui penghitungan carbon stock (Clcadangan karbon) di berbagai lahan milik Perhutani dan Inhutani.
 
“Sinergi ini adalah upaya mempercepat target net zero emission BUMN pada tahun 2050, dan target Indonesia sebelum 2060 sesuai Kesepakatan Paris dan Pertemuan COP26 di Glagow, akhir tahun lalu,” ujar Direktur Utama Perhutani Wahyu Kuncoro dalam keterangan tertulis, Jumat, 11 Februari 2022.
 
Menurut Wahyu,  proyek ini akan sukses dengan menggabungkan data dari lahan-lahan yang berpotensi menyerap gas karbon. Di antaranya lahan hutan ataupun lahan gambut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Begini Strategi Kementerian ESDM Penuhi Kebutuhan Energi Nasional
 
Pihaknya akan melibatkan PT Inhutani I, II, dan III yang memiliki wilayah konsesi hutan alam di Kalimantan dan Sulawesi. Dia berharap Pertamina Power Indonesia bisa terus memantau proyek ini selama 3-5 tahun ke depan dan melakukan perhitungan dinamika cadangan karbon selama proyek berlangsung.
 
“Kami akan melibatkan Inhutani I sampai III karena mereka memiliki hutan alam yang cukup potensial menyerap gas karbon (cadangan karbon),” tegas Wahyu.
 
Cadangan karbon adalah jumlah C yang disimpan dalam komponen biomasa dan nekromasa. Baik di atas permukaan tanah dan di dalam tanah (Bahan organik tanah, akar tanaman dan mikroorganisma) per satuan luasan lahan.
 
Sementara itu, Direktur Pengembangan dan Perencanaan Strategis Pertamina Power Indonesia Fadli Rahman menjelaskan kerja sama ini merupakan titik kritikal. Sebab, Pertamina Power Indonesia memiliki sumber daya manusia (SDM) maupun teknologi yang mampu menghitung cadangan karbon.
 
Fadli menyambut positif sikap Perum Perhutani yang mengambil langkah untuk berkerja sama dengan Pertamina Power Indonesia. Sebab, Pertamina Power Indonesia memiliki SDM dan teknologi perhitungan cadangan karbon yang kompeten.
 
“Kami akan melaksanakan studi kelayakan, jika perhitungan carbon stock sudah dilakukan di semua wilayah kerja Perum Perhutani dan anak perusahaannya,” jelas Fadli.
 
Sedangkan, perwakilan Carbon Offset Asia Yuza mengatakan perhitungan cadangan karbon hanya dilakukan di lahan gambut mengingat kemampuannya yang sangat besar dalam menyerap emisi. Namun, dia menyarankan agar hasil perhitungannya nanti menjadi data yang bersifat terbuka (open source). Sebab, Perhutani dan anak perusahannya memiliki wilayah kerja yang luas untuk perhitungan cadangan gas karbon.
 
“Data yang open source akan memudahkan masyarakat ikut melakukan pemantauan terhadap proyek ini," ucap dia.
 
(DEV)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif