Bangka Belitung. Foto : Medcom.
Bangka Belitung. Foto : Medcom.

Bangka Barat Siapkan Strategi Pengembangan Pariwisata saat Pandemi

Ekonomi pariwisata indonesia pandemi covid-19
Antara • 10 Januari 2021 16:34
Mentok: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menyiapkan sejumlah strategi pengembangan pariwisata di tengah pandemi covid-19.
 
"Masih berlangsungnya pandemi perlu disikapi dengan bijaksana agar pariwisata tetap bisa berjalan, minimal bisa bertahan," kata Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Bangka Barat Bambang Haryo Suseno, dikutip dari Antara, Minggu 10 Januari 2021.
 
Menurut dia, kondisi tahun ini sepertinya mirip dengan tahun sebelumnya dan dirasakan cukup berat bagi sektor pariwisata. Dia memperkirakan situasi ini  hingga triwulan tiga jika program vaksinisasi covid-19 berhasil dilaksanakan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Berkaca dengan kondisi pandemi 2020, kata dia, berbagai kegiatan kepariwisataan seperti acara tradisi budaya, sejarah, kesenian, dan olahraga wisata yang biasanya difasilitasi Pemkab terpaksa ditiadakan.
 
"Berbagai kegiatan ditiadakan sehingga berpengaruh terhadap jumlah kunjungan wisata ke Bangka Barat, bahkan dalam hitungan kami jumlah wisatawan pada 2020 hanya 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya," kata Haryo.
 
Jumlah kunjungan wisatawan tersebut berdampak kepada kontribusi Produk Domestik Rasio Bruto (PDRB) dari sektor pariwisata dan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
 
Jika situasi tidak berubah, tahun ini diperkirakan masih akan sama dengan 2020, bahkan awal 2021 larangan berkerumun semakin dipertegas dan diperketat untuk memutus mata rantai penularan covid-19 di seluruh Indonesia.
 
"Melihat perkembangan situasi saat ini, kami menggagas beberapa hal terkait program dan kegiatan sebagai strategi dan target kinerja di bidang pariwisata daerah, sesuai dengan tema penguatan struktur ekonomi daerah yang optimal, berkelanjutan, dan berkeadilan," katanya.
 
Ia menjelaskan arah kebijakan yang akan ditempuh adalah dengan memaksimalkan kolaborasi dengan para pihak pariwisata dan budaya, mengembangkan paket wisata berbasis alam, sejarah, dan budaya.
 
Selain itu, kata dia, fasilitasi komunitas berbagai minat, mendayagunakan objek wisata dalam kegiatan, bermitra dengan pihak-pihak untuk pelestarian budaya, sejarah, dan kesenian, meningkatkan kualitas budaya pelayanan bagi pelaku usaha wisata dan budaya, dengan tetap mempertimbangkan kondisi di tengah pandemi.
 
"Kolaborasi dengan para pihak dimulai dari sisi kordinasi terkait dengan pelaksanaan kegiatan wisata, pemasaran, hingga pembinaan tata kelola. Hal ini tentu dengan pertimbangan penerapan protokol kesehatan," ujarnya.
 
Beberapa rencana fasilitasi kegiatan wisata seperti heritage run, sepeda lipat, serta fasilitasi atas kegiatan komunitas berbagai minat juga sudah digagas sebagai persiapan.
 
Melalui berbagai kegiatan tersebut diharapkan mampu mendorong keterlibatan publik, meningkatkan kualitas penyelenggaraan yang dilaksanakan komunitas, sekaligus menumbuhkan kebersamaan dalam membangun pariwisata daerah.
 
(SAW)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif