Wisata Bali. Foto : MI/Ramdani.
Wisata Bali. Foto : MI/Ramdani.

Wagub Bali Berharap Aktivitas Pariwisata Digiatkan Kembali

Antara • 28 Oktober 2020 13:40
Tabanan: Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati berharap pelaku pariwisata, khususnya yang ada di destinasi wisata, mulai menggeliatkan aktivitasnya, sehingga akan menarik minat dan kepercayaan wisatawan untuk kembali datang ke Pulau Dewata.
 
"Saya mendengar cerita warga Jakarta yang baru-baru ini datang ke Bali dan kecewa karena gagal membeli kerajinan di Pasar Seni Ubud karena toko-toko di pasar tersebut tutup," kata Wagub yang akrab dipanggil Cok Ace, dikutip dari Antara, Rabu, 28 Oktober 2020.
 
Pengalaman ini membuat tokoh Puri Ubud ini mengajak para pelaku usaha di destinasi wisata untuk menggeliatkan kembali aktivitasnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Menurut saya terutama di sini, Tanah Lot dan sepanjang Jalan Tanah Lot kalau memungkinkan mari kita mulai menggeliatkan usaha ini," ujar pria yang juga Ketua PHRI Bali itu.
 
Pelaku usaha, lanjut dia, bisa buka sampai pukul 18.00 Wita atau kalau di daerah yang wisatawannya ada sampai malam bisa buka sampai pukul 20.00 Wita, sehingga ada kehidupan yang nampak, ada kerapian dan kebersihan.
 
"Saya harap di Tabanan mungkin nanti dengan Dinas Pariwisata hidupkanlah, geliatkanlah. Kalaupun tidak dapat jualan jangan kita menyerah, besok buka lagi, sapu lagi, jualan baju, rapi kan bajunya, jualan patung, dibersihkan patungnya. Jangan sampai ada debu," ucapnya seraya mengatakan menjaga kebersihan dan keindahan bukan semata-mata untuk pariwisata namun juga untuk sang Maha Pencipta.
 
Di sisi lain, kata Cok Ace, belajar dari pengalaman di Tiongkok, saat ini kunci dalam pengendalian covid-19 adalah kepatuhan melaksanakan protokol kesehatan. Dengan belum adanya obat dan vaksin, masker adalah senjata utama untuk mengendalikan penyebaran covid-19.
 
"Jadi, saya mohon teman-teman semua yang ada di Tabanan (untuk memakai masker) apalagi sudah ada surat edaran Gubernur tentang keharusan menggunakan masker. Saya kira ini yang menjadi momentum untuk kita semua peduli kepada lingkungan," kata mantan Bupati Gianyar itu.
 
Wagub Cok Ace pun menyayangkan mendengar oknum yang menyelenggarakan kegiatan di restoran, kafe dan klub yang mengabaikan protokol kesehatan. Menurutnya tindakan ini justru merugikan objek wisata sehingga oknum oknum ini perlu diingatkan agar tidak merugikan semua insan pariwisata di Bali.
 
Sementara itu, Deputi Bidang Kebijakan Strategis Kemenparekraf/Baparekraf, Kurleni Ukar menyambut positif gelaran simakrama kepariwisataan yang merupakan sinergi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dengan Pemprov Bali dan enam kabupaten di Bali.
 
Menurut dia, simakrama kepariwisataan sarat nilai luhur budaya bangsa yang mengedepankan silaturahmi, adat, tradisi, budaya dan menjadi ciri dari kepariwisataan di Bali yang harus dipertahankan.
 
Ia menambahkan simakrama kepariwisataan menjadi pemantik pemulihan sosial dan ekonomi di saat pandemi. Kesehatan dan ekonomi adalah dua dimensi yang secara masif disosialisasikan secara seimbang pada setiap rangkaian kegiatan simakrama.
 
"Kita sudah buktikan bahwa kegiatan seperti ini dapat diselenggarakan dengan aman. Mudah-mudahan dalam masa libur panjang saat ini mulai dari besok makin banyak wisatawan yang berkunjung kembali," ujarnya
 
Simakrama kali ini menghadirkan narasumber Duta Besar RI untuk Vietnam Ibnu Hadi, Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Rizki Ernadi Wimanda, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr Ketut Suarjaya dan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali Putu Astawa.
 
Simakrama juga menampilkan atraksi seni khas Tabanan dan Jembrana serta pameran produk UMKM lokal.

 
(SAW)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif