Kelapa Sawit. Foto : AFP.
Kelapa Sawit. Foto : AFP.

WHO Diimbau Tak Kampanye Negatif Sawit

Ekonomi WHO
Antara • 13 Mei 2020 15:39
Jakarta: Dewan Minyak Sawit Indonesia (DMSI) berharap Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tidak akan melakukan kampanye negatif terhadap minyak sawit karena merugikan industri sawit di Tanah Air.
 
Hal itu dinyatakan Ketua Umum DMSI Derom Bangun terkait sikap WHO yang menganjurkan kepada masyarakat khususnya orang dewasa untuk tidak mengonsumsi makanan yang mengandung saturated fats (lemak jenuh) seperti minyak sawit dan minyak kelapa.
 
"Minyak sawit sehat karena punya kandungan berimbang antara saturated dan monounsaturated," kata Derom dikutip dari Antara, Rabu, 13 Mei 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Imbauan WHO itu tertuang dalam infografis berjudul "Nutrition Advice for Adults During Covid-19" yang diterbitkan Kantor Regional WHO Mediterania Timur edisi 7 Mei 2020.
 
Dalam infografis itu WHO menganjurkan kepada masyarakat khususnya orang dewasa untuk tidak mengonsumsi makanan yang mengandung saturated fats (lemak jenuh) seperti minyak sawit dan minyak kelapa.
 
Namun, WHO Regional Mediterania Timur kemudian menghapuskan informasi yang mencantumkan "do not eat saturated fats" atau tidak mengonsumsi makanan dari minyak sawit dengan kata "eat less saturated fats" setelah Pemerintah Indonesia dan Malaysia bersama para pemangku kepentingan industri sawit melakukan protes keras terhadap WHO.
 
Derom menyatakan bersyukur bahwa WHO telah merevisi imbauan negatif dalam infografis tersebut.
 
"Saat ini palm oil atau minyak sawit tidak ada tertulis lagi. Kalau minyak kelapa yang semula tertulis, sekarang masih tertulis," katanya.
 
Derom mengharapkan ke depan organisasi dunia seperti WHO tidak lagi mengulang pernyataan negatif yang berpotensi merusak industri sawit sebagai industri strategis Indonesia terutama di tengah pandemi saat ini.
 
Sementara itu, Dewan Negara-negara Produsen Minyak Sawit (Council of Palm Oil Producing Countries/CPOPC) dalam suratnya kepada WHO mengklarifikasi bahwa meski punya kandungan lemak jenuh tinggi, minyak sawit merupakan sumber minyak goreng yang paling banyak digunakan di dunia.
 
Disebutkan, minyak kelapa sawit aman dikonsumsi karena memiliki komposisi beragam asam lemak yang seimbang dan telah dikonfirmasi oleh banyak studi penelitian ilmiah secara global.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif