PT Garuda Indonesia (Persero) masih tetap menerbangkan armadanya di tengah kondisi penyebaran virus korona (covid-19). Foto: Antara/Fikri Yusuf
PT Garuda Indonesia (Persero) masih tetap menerbangkan armadanya di tengah kondisi penyebaran virus korona (covid-19). Foto: Antara/Fikri Yusuf

Imbas Covid-19, Frekuensi Penerbangan Garuda Anjlok 40%

Ekonomi Garuda Indonesia penerbangan virus corona
Suci Sedya Utami • 02 April 2020 16:33
Jakarta: PT Garuda Indonesia (Persero) masih tetap menerbangkan armadanya di tengah kondisi penyebaran virus korona (covid-19).
 
Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan tidak ada pembatasan rute penerbangan yang dilakukan pihaknya. Ia bilang Garuda akan tetap terbang selama mendapatkan izin dari otoritas.
 
"Masih beroperasi, kalau untuk rute selama boleh mendarat dan terbang kita jalan terus," kata Irfan kepada Medcom.id, Kamis, 2 April 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Irfan mengakui memang terjadi penurunan frekuensi di masa pandemi covid-19. Misalnya Jakarta ke Surabaya yang setiap hari ada enam penerbangan menjadi empat penerbangan. Namun, dia menuturkan terkadang ada kenaikan tapi sangat dinamis.
 
"Penurunan frekuensinya 40 persen," tutur Irfan.
 
Hal ini pun, kata Irfan berpengaruh terhadap kondisi keuangan Garuda. Namun Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir telah mengatakan apabila nantinya maskapai pelat merah tersebut merugi di tengah situasi ini maka tidak akan dipermasalahkan.
 
Irfan enggan mengungkap kondisi keuangan lebih jauh, termasuk mengenai kebutuhan suntikan dana dari pemerintah untuk perseroan sebagai stimulus agar tidak kolap karena ditinggal penumpang. Ia bilang saat ini Garuda mencoba untuk terus melakukan upaya semaksimal mungkin untuk menjaga keberlangsungan bisnisnya.
 
"Kita lakukan yang bisa kita lakukan dulu ya," ucap dia.
 
Lebih lanjut Irfan menambahkan Garuda Indonesia juga membuat kebijakan pengaturan tempat duduk bagi para penumpang agar tidak bersebelahan dan berdekatan sebagai upaya physical distancing. Selain itu juga melengkapi awak kabin dengan alat pelindung diri (APD) seperti masker dan sarung tangan.
 

(DEV)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif