Ilustrasi ojek online. Foto : AFP.
Ilustrasi ojek online. Foto : AFP.

Pengemudi Ojek Online Siap Jalankan PSBB dengan Syarat

Ekonomi ojek online
Ilham wibowo • 06 April 2020 17:06
Jakarta: Pengemudi ojek online yang tergabung dalam asosiasi Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) siap menjalankan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang berlaku di daerah yang menerapkan. Langkah ini untuk memutus lebih cepat penularan virus korona (covid-19).
 
Ketua Presidium Igun Wicaksono mengatakan perlunya antisipasi sebelum mengimplementasikan kebijakan tersebut bagi pengemudi ojek online. Ada tiga poin utama yang jadi syarat yang ditujukan kepada pemerintah dan perusahaan penyedia layanan transportasi berbasis aplikasi.
 
"Pertama Pemerintah memberikan kompensasi penghasilan kepada para pengemudi ojek online, berupa Bantuan Langsung Tunai yang besarannya 50 persen dari penghasilan normal kami, nilai besaran BLT yang kami harapkan yaitu Rp100 ribu per hari," kata Igun kepada Medcom.id, Senin, 6 April 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Poin kedua, pihak aplikator wajib menutup fitur penumpang agar penerapan PSBB maksimal. Sosialisasi bahaya virus korona juga perlu terus diberikan agar para pengemudi ojek online ikut serta mendukung upaya pemerintah.
 
Menurut Igun, pengemudi ojek online masih bisa memanfaatkan fitur antar makanan. Ia pun berharap ada lebih banyak produk yang bisa diakses masyarakat melalui aplikasi ojek online.
 
"Ini kewajiban dari aplikator sebagai penyedia aplikasi agar permintaan order makanan maupun pengiriman barang dapat meningkat sebagai sumber penghasilan mitra ojek online agar terus dapat mencari nafkah dan menjaga penghasilan driver ojek online agar tidak terus turun drastis akibat dari aturan PSBB," ungkapnya.
 
Poin terakhir, Igun meminta pihak aplikator tidak menerapkan potongan pendapatan. Penerapan yang berlaku sementara selama wabah ini dinilai akan sangat membantu.
 
"Potongan maksimal 10 persen atau kalau perlu tanpa ada potongan pendapatan dari aplikator, karena saat ini pendapatan kami masih dipotong 20 persen oleh pihak aplikator," pungkasnya.
 

(SAW)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif