Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu Febrio Kacaribu. Foto : Medcom/Husen M.
Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu Febrio Kacaribu. Foto : Medcom/Husen M.

Realisasi Stimulus Masing-Masing Sektor Masih di Bawah 50%

Ekonomi Stimulus Ekonomi Imbas Korona
Eko Nordiansyah • 28 Juli 2020 14:32
Jakarta: Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyebut realisasi stimulus untuk pemulihan ekonomi nasional dari pandemi covid-19 masih belum maksimal. Realisasi di masing-masing sektor di bawah 50 persen dari pagu yang sudah disiapkan oleh pemerintah.
 
Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu Febrio Kacaribu mengatakan realisasi untuk perlindungan sosial sudah mencapai 38,31 persen. Realisasi di sektor ini merupakan yang paling besar dibandingkan dengan realisasi di sektor lainnya.
 
"Jadi ini adalah bagian dari program yang paling jalan dan efektif. Apakah ini capai 100 persen? Arahnya mendekati ke sana sampai akhir tahun karena ini kan bayarnya bulanan," kata dia dalam webinar di Jakarta, Selasa, 28 Juli 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dari pagu sebesar Rp203,91 triliun, pemerintah telah memasukan Rp164,26 triliun dalam Daftar Isian Pelaksana Anggaran (DIPA). Sementara sisanya Rp39,65 triliun akan digunakan untuk cadangan logistik/pangan yang diusulkan untuk bantuan beras penerima Program Keluarga Harapan dan program pangan lainnya.
 
"Sekarang sedang menyisir program mana yang kemungkinan besar tidak digunakan anggarannya. Kalau itu sudah diketahui, segera kita ubah atau ganti programnya ke yang kita yakin akan berjalan sehingga uang itu akan mengalir ke masyarakat," ungkapnya.
 
Untuk sektoral kementerian/lembaga (K/L) dan pemerintah daerah yang sudah terealisasi sebesar 6,57 persen. Dari pagu Rp106,05 triliun, sebesar Rp33,38 triliun sudah di-DIPA-kan dan Rp72,67 triliun belum masuk DIPA yang diusulkan untuk cadangan perluasan tambahan bansos produktif dan kegiatan penanganan lainnya.
 
Selanjutnya insentif untuk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang sudah terealisasi 25,3 persen dari pagu Rp123,47 triliun. Termasuk di dalamnya adalah penempatan dana pemerintah di Bank Himbara yang mencapai Rp30 triliun.
 
"Penempatan dana tahap pertama Rp30 triliun di Himbara. Sudah tercipta lebih dari Rp40 triliun modal baru, ini cukup jitu. Bergerak dari logika itu, ada penempatan dana jilid II yakni ke BPD karena kita mau dana murah bisa semakin menjangkau masyarakat ke daerah," jelas dia.
 
Lalu untuk pembiayaan korporasi belum terealisasi sama sekali dari pagi Rp53,57 triliun karena pemerintah baru menyelesaikan regulasinya. Kemudian untuk insentif usaha yang sudah direalisasikan adalah 13,34 persen dari pagu sebesar Rp120,61 triliun.
 
"Terakhir, agak susah memang, insentif usaha atau perpajakan. Ini akan banyak redesign. Program yang tidak jalan, itu akan didesain ulang supaya uangnya masuk ke kantong masyarakat. Contohnya PPh pasal 21 DTP, bahasanya saja sudah susah dimengerti masyarakat. Kita harus kerja lebih baik dalam hal sosialisasi ke masyarakat agar mengerti," pungkasnya.

 

(SAW)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif