Ilustrasi. Foto: Antara/Dedhez Anggara
Ilustrasi. Foto: Antara/Dedhez Anggara

Anak Usaha PGN Kejar Penyelesaian Proyek Lapangan Sidayu

Ekonomi perusahaan gas negara (pgn) jaringan gas bumi
Suci Sedya Utami • 23 September 2020 19:30
Jakarta: PT Saka Energi Indonesia mempercepat penyelesaian proyek Lapangan Sidayu yang berlokasi sekitar tujuh kilometer dari Lapangan Utama Pangkah PSC di Ujung Pangkah, Jawa Timur. Percepatan ini akan menciptakan efisiensi belanja modal dan operasional.
 
Sesuai dengan persetujuan Plan of Development (POD), pengembangan Lapangan Sidayu terdiri dari pembangunan dua well-head platforms, yaitu well-head platform C (WHP C) dan well-head platform D (WHP D), production pipeline dan gas lift pipeline.
 
Pjs Direktur Utama Saka Energi Indonesia Susmono Soetrisno mengatakan kedua platform Sidayu ini didesain sendiri mulai dari desain struktur, platform detail, rekayasa, termasuk fasilitas di dalamnya, menyesuaikan dengan kondisi dan kapasitas produksi di Lapangan Sidayu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Percepatan penyelesaian proyek dilakukan dengan penyederhanaan terhadap design kedua platform tanpa mengurangi standar fungsional dan kualitas platform tersebut. Dua platform ini juga cukup identik, sehingga dapat mempercepat dalam proses order material, equipment, fabrikasi dan sebagainya.
 
"Saka melakukan percepatan waktu pelaksanaan pekerjaan proyek dari 17 bulan menjadi 12 bulan, dengan target first oil Lapangan Sidayu adalah di pertengahan 2021," kata Susmono dalam keterangan resmi, Rabu, 23 September 2020.
 
Hingga saat ini perkembangan pekerjaan fabrikasi pembangunan kedua platform sudah mencapai progres 78 persen, dengan rencana sail away kedua platform pada November 2020, diikuti dengan instalasi platform yang ditargetkan selesai pada Desember 2020. Selanjutnya akan dilakukan pengeboran tiga sumur, yaitu dua sumur re-entry dan satu sumur pengembangan baru.
 
Adapun fabrikasi pembangunan platform atau anjungan lepas pantai ini dilaksanakan di Cilegon. Setelah selesai, proses selanjutnya adalah memindahkannya ke kapal tongkang (sail away) dan diangkut menuju lokasi, Lapangan Sidayu. Setelah sampai di lapangan akan dilakukan instalasi.
 
Susmono menjelaskan bahwa salah satu hal paling kritikal dalam proses instalasi adalah heavy lift, yakni saat pemasangan jacket platform dengan berat lebih dari 200 ton dan pemasangan topside platform dengan berat lebih dari 500 ton, yang memerlukan kapal pengangkat atau crane ship. Anak usaha PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) ini berkomitmen proses heavy lift akan selesai pada Desember 2020.
 
Lapangan Sidayu diharapkan mampu menyumbang tambahan produksi minyak sekitar 7.000 barel per hari (bph) dan gas sebanyak 3,9 juta standar kaki kubik per hari (mmscfd). Rencananya, produksi dari Lapangan Sidayu tersebut akan terhubung dengan fasilitas produksi yang ada melalui pipa bawah laut.
 
"Proyek Lapangan Sidayu ditujukan untuk menunjang ketahanan energi domestik, khususnya di area Jawa Timur. Saka memiliki kewajiban untuk menyuplai gas ke PJB Jawa Timur dalam volume optimum yang dihasilkan oleh Lapangan-Lapangan di Blok Pangkah," tambah Direktur Utama PGN, Suko Hartono.
 
Saat ini, Saka mengelola 10 wilayah kerja (KK) di Indonesia dan satu WK Shale Gas di Amerika Serikat. Di Indonesia, Saka telah mengelola enam WK sebagai operator dengan kepemilikan 100 persen hak partisipasi seperti di Pangkah, South Sesulu, Wokam II, Pekawai, West Yamdena dan Muriah.

 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif