Ilustrasi beban utang Indonesia - - Foto: dok MI
Ilustrasi beban utang Indonesia - - Foto: dok MI

Tahun Depan, Pemerintah Alokasikan Pembayaran Bunga Utang Rp405,8 Triliun

Ekonomi surat utang Kementerian Keuangan pinjaman luar negeri DPR RI RAPBN 2022
Eko Nordiansyah • 28 September 2021 15:24
Jakarta: Badan Anggaran (Banggar) DPR menyepakati pengelolaan utang negara dalam APBN 2022 sebesar Rp405,8 triliun. Pembayaran bunga utang ini masuk dalam belanja non kementerian/lembaga dalam RAPBN 2022.
 
Anggota Banggar DPR dari Fraksi NasDem Fauzi H Amro mengatakan pembayaran bunga utang terdiri dari pembayaran bunga utang dalam negeri sebesar Rp393,6 triliun dan pembayaran bunga utang luar negeri sebesar Rp12,1 triliun.
 
"Alokasi anggaran ini digunakan untuk melaksanakan kebijakan sebagai berikut, pertama memenuhi kewajiban pemerintah untuk menjaga akuntabilitas
pengelolaan utang," katanya dalam rapat Banggar DPR di Jakarta, Selasa, 28 September 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu, anggaran ini juga digunakan untuk meningkatkan efisiensi bunga utang pada tingkat risiko yang terkendali melalui pemilihan komposisi utang, pengelolaan portofolio yang optimal, dan pendalaman pasar keuangan.

 
Secara keseluruhan, ia menambahkan, belanja non K/L dalam APBN 2022 disepakati sebesar Rp998,7 triliun. Jumlah tersebut meningkat Rp1,09 triliun dari usulan pemerintah dalam RAPBN 2022 sebesar Rp997,6 triliun.
 
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sebelumnya mencatat utang pemerintah pada akhir Agustus 2021 adalah Rp6.625,43 triliun. Posisi utang mengalami kenaikan sekitar Rp55,26 triliun dibandingkan dengan posisi utang pada akhir bulan sebelumnya yang sebesar Rp6.570,17 triliun.
 
Rasio utang pemerintah sebesar 40,85 persen terhadap Produk Domestik (PDB). Rasio utang pemerintah masih aman karena berada di bawah ketentuan Undang-Undang (UU) Keuangan Negara, yaitu maksimal 60 persen dari PDB.
 
"Kenaikan utang Indonesia terutama disebabkan adanya kenaikan utang dari Surat Berharga Negara domestik sebesar Rp80,1 triliun sementara utang Surat Berharga Negara dalam valuta asing mengalami penurunan sebesar Rp15,42 triliun," dilansir dari data APBN KiTa.

 
(Des)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif