Ilustrasi lahan rawa. (Foto: Antara/Aji Styawan)
Ilustrasi lahan rawa. (Foto: Antara/Aji Styawan)

Kementan Genjot Optimasi Lahan Rawa di Desa Tatah Alayung

Ekonomi Kementan
Gervin Nathaniel Purba • 18 Mei 2021 16:45
 Barito Kuala: Kementerian Pertanian (Kementan) tengah menggenjot program optimasi lahan rawa. Program ini mengubah lahan rawa menjadi lahan produktif dalam meningkatkan produksi pertanian.  
 
Optimasi lahan rawa sangat membantu pada penyediaan stok pangan sebelum dan sesuah Idulfitri 1442 H. Sebagaimana diketahui, stok pangan nasional hingga kini terjaga dengan baik. Ketersediaan bahan pokok untuk masyarakat tak terganggu.
 
Desa Tatah Alayung, Kecamatan Mandastana, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, menjadi salah satu daerah yang menjadi tempat pengembangan optimasi lahan rawa. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Sarwo Edhy mengatakan, lahan yang dioptimasi seluas 250 hektare (ha). Optimasi lahan rawa dikerjakan oleh Kelompok Tani Hemat, yang salah satunya melakukan pembangunan jembatan usaha tani. 
 
Optimasi lahan rawa juga meliputi pekerjaan rehabilitasi tanggul, pembangunan pintu air, atau pembangunan unit pompa air. Program ini dilaksanakan dengan konsep padat karya yang melibatkan banyak tenaga petani sekitar, sehingga dapat mendukung peningkatan ekonomi nasional.
 
"Kegiatan optimasi lahan rawa ini diharapkan dapat meningkatkan indeks pertanaman dan produktivitas. Tentunya hal ini diharapkan bisa turut mendukung peningkatan pendapatan petani," ujar Sarwo Edhy, dikutip keterangan tertulis, Selasa, 18 Mei 2021.
 
Sarwo Edhy berharap, optimasi lahan rawa membuat produktivitas pertanian meningkat minimal dua kali lipat. Upaya optimasi dapat dilakukan dengan menerapkan inovasi dan teknologi spesifik.
 
Sementara itu, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menjelaskan, kegiatan optimasi lahan ini merupakan bagian dari upaya ketahanan pangan nasional. 
 
"Optimasi lahan rawa merupakan bagian dari peningkatan produksi tanaman pangan guna mendukung ketahanan pangan nasional," kata Syahrul.
 

 

 
(ROS)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif