Ilustrasi. Foto: MI/Panca Syurkani
Ilustrasi. Foto: MI/Panca Syurkani

RI-Korsel Perkuat Investasi Sektor Manufaktur

Ekonomi indonesia-korea industri manufaktur
Ilham wibowo • 27 Oktober 2020 22:22
Jakarta: Indonesia dan Korea Selatan (Korsel) sepakat untuk terus memperkuat pengembangan sektor manufaktur. Kolaborasi komprehensif yang dijalin oleh kedua negara ditujukan untuk memacu perekonomian yang saling menguntungkan.
 
"Selama bertahun-tahun, Indonesia dan Korea Selatan secara kontinyu memperkuat hubungan ekonominya," kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam sambutannya secara virtual pada acara Segye ASEAN Forum 2020, Selasa, 27 Oktober 2020.
 
Sinergi Indonesia-Korea Selatan diharapkan terus memegang peran strategis dalam upaya pemulihan ekonomi nasional akibat dampak pandemi covid-19. Komoditas Indonesia yang diekspor ke Korea Selatan yakni besi dan baja; kayu dan barang dari kayu; mesin dan peralatan listrik; serta barang jadi dan aksesori pakaian.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Agus menyebutkan sejumlah investor besar dari Negeri Ginseng tersebut seperti Samsung dan Posco telah menanamkan modalnya di Indonesia. Beberapa investor lainnya juga mempertimbangkan Indonesia menjadi negara tujuan utama dalam perluasan usaha mereka, seperti Hyundai, Lotte Chemical, dan LG Chemical.
 
"Merupakan suatu kebanggaan bagi Indonesia karena dipercaya sebagai rumah bagi perusahaan-perusahaan terkemuka untuk makin berkembang di masa depan," imbuhnya.
 
Guna membuka jalan masuk bagi para investor selama masa pandemi, Kemenperin mengeluarkan kebijakan strategis dalam mendukung kegiatan industri agar bisa terus berlangsung. Menjalankan protokol kesehatan yang ketat menjadi agenda wajib yang lebih dahulu diimplementasikan.
 
"Hal ini sesuai protokol kesehatan yang direkomendasikan WHO, sehingga dapat menjamin terpenuhinya kebutuhan masyarakat,” ujar Agus.
 
Di samping itu, kata Agus, pihaknya telah mengusulkan berbagai stimulus untuk membangkitkan kembali gairah sektor industri di Tanah Air. Dorongan meliputi pelonggaran pajak impor, pajak penghasilan, restitusi pajak pertambahan nilai, serta tunjangan pajak penghasilan bagi perusahaan perseorangan.
 
"Kami sangat menyambut investasi di berbagai sektor industri. Khususnya industri substitusi impor, industri berorientasi ekspor, industri padat karya, dan industri produk berbasis teknologi tinggi,” sebut Menperin.
 
Agus juga mengapresiasi keterlibatan perusahaan farmasi Indonesia dan Korea Selatan dalam pengembangan vaksin covid-19 yang menunjukkan kemajuan luar biasa.
 
“Kami berharap kolaborasi ini tidak hanya membantu kedua negara dalam memerangi covid-19, tetapi juga menciptakan kerja sama yang lebih kuat di masa depan,” pungkasnya.
 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif