Ilustrasi koperasi simpan pinjam - - Foto: MI/ Lis Zatnika
Ilustrasi koperasi simpan pinjam - - Foto: MI/ Lis Zatnika

Pemerintah Berencana Hadirkan Koperasi Grosir di Papua

Ekonomi papua Kementerian Koperasi dan UKM UU Cipta Kerja
Ilham wibowo • 30 Oktober 2020 18:52
Jakarta: Kementerian Koperasi dan UKM segera menghadirkan koperasi grosir di wilayah Papua. Kehadiran koperasi tersebut akan dipermudah melalui Undang-Undang Cipta Kerja.
 
"Apalagi, Presiden Jokowi juga sudah menyampaikan bahwa pada 2021 mendatang fokus tidak lagi di bidang infrastruktur tetapi kepada pelaku koperasi UMKM," ucap Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Rully Indrawan melalui keterangan tertulis, Jumat, 30 Oktober 2020.
 
Rully pun mengimbau pemerintah daerah untuk menjalankan fungsi pembinaan terhadap para pelaku UMKM. Apalagi potensi pertanian berupa budidaya sagu sangat tinggi di wilayah tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sekarang mendirikan koperasi bisa sembilan atau 10 orang dengan berbagai ketentuan di antaranya fokus persyaratan pada bagaimana rencana bisnis koperasi itu," ujarnya.
 
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Papua Doren Wakerwa menilai kehadiran koperasi yang bergerak di sektor grosir akan mengurangi harga produk-produk Usaha, Mikro Kecil, dan Menengah (UMKM).
 
"UMKM dipermudah dengan adanya bebas biaya bagi perizinan dan perpajakan juga layanan pendampingan bagi UMKM," kata Doren.
 
Doren pun optimisme masyarakat Papua akan semakin produktif lantaran usaha mereka mendapat jaminan modal. Saat ini, produk turunan sagu sudah bisa diproduksi dalam pembuatan mi instan dan mochi.
 
"Rasanya lebih nikmat dari pada mi pada umumnya, dan juga ada mochi yang dibuat dari sagu. Mochi ini menjadi camilan yang sedang tren saat ini," pungkasnya.

 
(Des)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif