Gedung Kementerian Perindustrian. FOTO: Setkab
Gedung Kementerian Perindustrian. FOTO: Setkab

Kemenperin: Pemerataan Pembangunan Kawasan Industri Perlu Sinergi

Ekonomi Pertumbuhan Ekonomi Virus Korona Ekonomi Indonesia Kementerian Perindustrian Pemulihan Ekonomi Nasional
Antara • 30 Oktober 2020 11:01
Jakarta: Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyatakan perlu sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam melakukan percepatan, penyebaran, dan pemerataan pembangunan industri ke seluruh wilayah Indonesia. Hal itu sesuai amanat Undang-Undang Nomor 3 tahun 2014 tentang Perindustrian.
 
"Pembangunan industri tidak hanya dilakukan melalui pendekatan sektoral tetapi juga perlu melalui pendekatan spasial yang dilaksanakan melalui pengembangan perwilayahan industri,” kata Dirjen Ketahanan, Perwilayahan dan Akses Industri Internasional (KPAII) Dody Widodo, dikutip dari Antara, Jumat, 30 Oktober 2020.
 
Guna mencapai sasaran tersebut, Kementerian Perindustrian memfasilitasi melalui pengembangan perwilayahan industri. Dody menyebutkan dalam Rencana Induk Pengembangan Industri Nasional (RIPIN) 2015-2035, telah ditetapkan sebanyak 22 Wilayah Pusat Pertumbuhan Industri (WPPI) yang mencakup 21 Provinsi dan 86 Kabupaten/Kota.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Pembangunan WPPI ini berbasis pada pengembangan industri dengan pendayagunaan potensi sumber daya wilayah, penguatan infrastruktur industri, dan konektivitas yang memiliki keterkaitan ekonomi kuat dengan wilayah sekitar,” jelasnya.
 
Salah satu kriteria dalam penetapan suatu daerah menjadi WPPI adalah adanya potensi sumber daya alam, sehingga pada masing-masing WPPI memiliki industri prioritas yang akan dikembangkan. Misalnya WPPI Bintuni yang difokuskan pada pengembangan sektor industri kimia dasar berbasis migas dan batu bara, hulu agro dan bahan industri pangan.
 
"Selama 2015 sampai 2019, telah disusun kajian pengembangan untuk 22 WPPI, yang nantinya ada semacam rencana aksi untuk mempercepat pembangunan dalam WPPI tersebut,” ujar Dody.
 
Pengembangan perwilayahan industri erat kaitannya dengan rencana tata ruang wilayah, di mana lokasi industri maupun kawasan industri wajib berlokasi di dalam Kawasan Peruntukan Industri (KPI). Saat ini, total luas lahan KPI nasional mencapai 611.992 hektare, dengan Pulau Jawa menjadi lokasi industri terbesar hingga melampaui 50 persen dari total KPI Nasional.
 
“Sebagai pedoman bagi pemerintah daerah dalam menetapkan KPI, Kemenperin telah mengaturnya dalam Permenperin Nomor 30 Tahun 2020 tentang Kriteria Teknis Kawasan Peruntukan Industri yang baru saja ditetapkan pada 8 Oktober 2020 lalu,” ujarnya.
 
Dody menambahkan, bentuk pengembangan wilayah yang saat ini menjadi fokus secara nasional adalah pengembangan Kawasan Industri terutama di luar Jawa. Jumlah kawasan industri sampai Oktober 2020 berjumlah 121 kawasan industri dengan total luasan mencapai 53.341 hektare.
 
Kemudian, ada 27 Kawasan Industri yang menjadi prioritas RPJMN 2020-2024 untuk dikembangkan yang tersebar dari Pulau Sumatra sampai dengan Papua. “Ditambah dua kawasan industri di Jawa, yaitu di Subang dan di Batang,” pungkasnya.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif