Pekerja di Yordania mengosongkan produk asal Prancis - - Foto: AFP
Pekerja di Yordania mengosongkan produk asal Prancis - - Foto: AFP

RI Berpeluang Perbaiki Neraca Dagang saat Pemboikotan Produk Prancis

Ekonomi neraca perdagangan indonesia aksi boikot prancis Kartun Nabi Muhammad Emmanuel Macron
Eko Nordiansyah • 31 Oktober 2020 16:18
Jakarta: Indonesia dapat mengambil peluang dari gerakan boikot produk Prancis. Salah satunya dapat memperbaiki neraca perdagangan yang selama ini selalu mencatatkan defisit dengan Prancis.
 
Ekonom Indef Bhima Yudhistira mengatakan sebelum adanya seruan boikot, impor barang dari Prancis sudah turun minus 14,5 persen per Januari-Agustus 2020.

 
"Situasi ini bisa mengarah pada kenaikan surplus perdagangan antara Indonesia dan Prancis. So far neraca dagang positif 34,2 persenyear on year(yoy) di periode yang sama," katanya kepadaMedcom.id, Sabtu, 31 Oktober 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), dalam lima tahun terakhir neraca perdagangan Indonesia dengan Prancis selalu mencatatkan defisit. Mulai dari defisit USD346 juta di 2015, defisit USD489,3 juta di 2016, defisit USD609,4 juta di 2017, defisit USD648,5 juta di 2018, dan defisit USD411 juta di 2019.
 
Dari sisi segmentasi produk, barang-barang dari Prancis yang masuk ke pasar Indonesia rata-rata ialahhigh end market, atau pasar kelas atas seperti tas dan baju branded.Di samping itu, ada juga produk makanan minuman untuk segmen kelas menengah bawah.
 
Untuk mengambil peluang ini, Bhima menyarankan, harus ada segmentasi yang jelas produk impor Prancis mana yang akan disubtitusi dengan produk lokal. Misalnya, produk fesyen lokal yang kualitasnya tak kalah dibandingkan produk impor.
 
"Soalfashionsebenarnya mulai ada pergeseran ke brand-brand lokal yang kualitasnya bagus. Misalnya ada produk fashion lokal yang disebut Local Pride, itu harganya mahal, high quality dan kualitas ekspor. Cocok bagi pengganti brand-brand merk Prancis," jelas dia.

 
Selain itu, Indonesia juga bisa lebih gencar mendorong pasar ekspor ke negara-negara yang melakukan gerakan boikot produk Prancis. Di antaranya penetrasi produk halal ke negara-negara Islam.
 
"Asalkan pemerintah bisa mempermudah proses perizinan halalproduct,berikan ekosistem regulasi yang mendukung, biaya logistik yang murah, juga perkuat fungsi atase perdagangan di negara penempatan untuk cari informasi dan peluang ekspor," pungkasnya.
 
(Des)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif