Presiden Joko Widodo saat memberikan keynote speech di APEC 2020. Foto: BPMI Setpres/YouTube APEC.
Presiden Joko Widodo saat memberikan keynote speech di APEC 2020. Foto: BPMI Setpres/YouTube APEC.

Jokowi: Peluang Bisnis Ekonomi Hijau Capai USD10,1 Triliun

Ekonomi jokowi KTT G20 Ekonomi Indonesia investasi hijau
Ade Hapsari Lestarini • 23 November 2020 11:53
Jakarta: Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan potensi ekonomi hijau sangat besar dengan peluang bisnis mencapai nilai sebesar USD10,1 triliun.
 
Selain itu, lanjut Jokowi, dapat menciptakan 395 juta lapangan pekerjaan baru hingga 2030. Hal ini disampaikan Jokowi di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 yang digelar di Riyadh, Arab Saudi.
 
Mengutip laman Sekretariat Kabinet (Setkab), Senin, 23 November 2020, sejalan dengan itu, Indonesia telah melakukan berbagai terobosan, antara lain dengan memanfaatkan biodiesel B30.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kemudian Indonesia akan melakukan uji coba green diesel D100 dari bahan kelapa sawit yang akan menyerap satu juta ton sawit produksi petani.
 
"Dan juga melakukan pemasangan ratusan ribu Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTs) Atap di sektor rumah tangga," kata Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi, mengutip Jokowi usai pertemuan di dalam pidatonya pada KTT G20 Sesi II.
 
Presiden Joko Widodo, Minggu, 22 November 2020 menghadiri KTT G20 Sesi II secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat. Dalam pertemuan yang mengusung tema "Membangun Masa Depan yang Inklusif, Berkelanjutan, dan Berketahanan" ini, Presiden didampingi oleh Menlu Retno LP Marsudi, Menteri Keuangan Sri Mulyani, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.
 
Dalam pertemuan KTT G20 hari kedua dibahas upaya penciptaan masa depan yang lebih baik, termasuk dalam upaya pengentasan kemiskinan, kesenjangan, anti korupsi, pemberdayaan perempuan dan pemuda, pendidikan, pariwisata, dan ekonomi digital.
 
Selain itu dibahas juga mengenai pengendalian perubahan iklim dan kerja sama internasional mengenai lingkungan, terumbu karang, degradasi lahan, ketahanan pangan, dan air.
 
(AHL)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif