Ilustrasi. Foto: MI/Ramdani
Ilustrasi. Foto: MI/Ramdani

Pandemi Covid-19 Jadi Peringatan untuk Memperkuat Sistem Pangan

Ekonomi pangan Virus Korona
Eko Nordiansyah • 08 Oktober 2020 22:51
Jakarta: Organisasi anggota International Land Coalition Asia (ILC Asia) mendorong peran masyarakat dan keluarga petani dalam mengamankan sistem pangan. Apalagi dampak pandemi covid-19 turut dirasakan masyarakat petani kecil, masyarakat adat, dan petani perempuan.
 
Koordinator Regional ILC Asia di Indonesia Saurlin Siagian menyampaikan, bagaimana covid-19 memengaruhi mereka yang bekerja di lahan, yang mungkin sulit dimengerti. Tetapi disisi lain, lahan memberikan keamanan, produktivitas, dan peluang, dan telah menjadi instrumen penting untuk melindungi kelompok yang paling rentan dalam menghadapi pandemi.
 
"Di dalam kondisi yang belum pernah terjadi sebelumnya seperti ini, kita diingatkan akan pentingnya solidaritas kawasan untuk merespons dampak langsung dari krisis pandemi. Pemerintah harus bekerja bahu membahu dengan masyarakat sipil dan berjuang untuk dunia yang lebih berkelanjutan untuk semua," kata dia dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis, 8 Oktober 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam konferensi regional, para anggota ILC Asia membahas situasi, tantangan dan peluang petani kecil di Asia saat ini, serta kontribusi mereka dalam upaya pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Selain itu dibahas pula mengenai dampak pandemi covid-19 pada pengguna lahan lokal dan masyarakat untuk memiliki, mengontrol, dan mengelola tanah serta sumber daya alam di wilayahnya.
 
Sementara dalam laporan Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) menyebut, meski masyarakat petani di Asia memproduksi sebagian besar pangan dunia, mereka tetap tidak memiliki kontrol atas keamanan tenurial dan ketahanan pangan.
 
Selain itu, kebijakan pemerintah untuk memastikan ketahanan pangan di masa covid-19 dinilai FAO cenderung parsial, karena dianggap gagal memperhitungkan peran kunci yang dimainkan masyarakat petani untuk mempromosikan sistem pangan yang berkelanjutan, tangguh, dan beragam.
 
Menanggapi adanya peningkatan gelombang perampasan tanah di Asia saat lockdown akibat pandemi, Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) di Indonesia Ferry Widodo menekankan, bahwa reformasi kebijakan yang lebih kuat harus dilaksanakan. Mulai dari skala daerah hingga nasional untuk mengurangi konflik lahan di wilayah.
 
"Sampai saat ini, perusahaan perkebunan kelapa sawit di Indonesia belum mengungkapkan resolusi kepada masyarakat dan keluarga petani secara terbuka, sehingga kita perlu melakukan tindakan untuk melawan isu perampasan tanah yang kini terjadi," ungkapnya.
 
Melalui Asia Land Forum 2020, ILC berkomitmen untuk menghasilkan dan mengembangkan rencana aksi dan inisiatif di antara anggota dan pemangku kepentingan untuk melindungi para pembela hak atas tanah guna mencapai sistem pangan yang lebih berkelanjutan, tangguh, dan inklusif.
 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif