Australia. Foto : AFP.
Australia. Foto : AFP.

Australia Cabut BMAD untuk Eksportir Trafo Daya Indonesia

Ekonomi ekspor australia
Ilham wibowo • 21 September 2020 11:11
Jakarta: Australia mencabut pengenaan Bea Masuk Anti Dumping (BMAD) sebesar 28,3 persen untuk eksportir produk trafo daya (power transformers) asal Indonesia. Keputusan ini ditetapkan berdasarkan laporan akhir dari Anti Dumping Review Panel (ADRP) Australia.
 
Produk trafo daya merupakan perangkat listrik pasif yang mentransfer energi listrik dari satu rangkaian listrik ke rangkaian lainnya atau beberapa rangkaian. Produk tersebut paling sering digunakan untuk meningkatkan tegangan listrik rendah pada arus tinggi atau menurunkan tegangan listrik tinggi pada arus rendah dalam aplikasi tenaga listrik dan untuk menggabungkan tahapan rangkaian pemrosesan sinyal elektromagnet.
 
Menteri Perdagangan Agus Suparmanto menegaskan pencabutan BMAD ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada upaya mempertahankan kinerja ekspor Indonesia ke Australia. Peningkatan ekspor produk trafo daya diyakini bakal terus meningkat di tengah pandemi covid-19.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Peluang mengisi pasar di Australia semakin terbuka, mengingat Taiwan sebagai salah satu pesaing saat ini masih dikenakan BMAD. Kita berharap kinerja ekspor produk ini kembali meningkat sehingga dapat mendorong pemulihan ekonomi nasional saat ini," kata Agus melalui keterangan tertulisnya, Senin, 21 September 2020.
 
Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Didi Sumedi mengungkapkan bahwa pencapaian ini tak lepas dari kerja keras dari pemerintah dan eksportir Indonesia dalam memperjuangkan hambatan dagang tersebut. Sejak awal penyelidikan, baik pemerintah maupun eksportir selalu bersikap kooperatif.
 
"Australia tetap mengenakan BMAD setelah sunset review dan Indonesia mengajukan banding ke ADRP karena tidak terdapat bukti yang mendukung untuk dilanjutkannya perpanjangan pengenaan BMAD tersebut,” ujar Didi.
 
Sementara itu, Direktur Pengamanan Perdagangan Pradnyawati menambahkan bahwa akhir ini merupakan hasil upaya banding perusahaan yang didukung Pemerintah Indonesia atas keputusan Australia yang memperpanjang penerapan BMAD selama lima tahun ke depan dengan besaran 28,3 persen berdasarkan temuan penyelidikan peninjauan kembali pada 6 November 2019 silam.
 
"Pemerintah Indonesia telah melakukan berbagai upaya, baik secara prosedural melalui serangkaian submisi pembelaan ke Otoritas dan ADRP maupun melalui upaya diplomatis tingkat pejabat tinggi selama penyelidikan peninjauan kembali oleh ADRP. Tujuannya, agar akses pasar di Australia kembali terbuka lebar," tegasnya.

 
(SAW)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif