Ventilator lokal. Foto : ITS.
Ventilator lokal. Foto : ITS.

PT Len Mulai Produksi Ventilator

Ekonomi covid-19
Antara • 12 Mei 2020 20:06
Bandung: PT Len Industri (Persero) mulai memproduksi emergency ventilator untuk penanganan pasien covid-19 yang menggunakan komponen lokal dan desain dari BPPT dan ITB. Langkah tersebut diambil untuk menjaga bisnis tetap berjalan di masa pandemi covid-19.
 
Direktur Utama Len Industri Zakky Gamal Yasin mengatakan Len Industri juga melakukan pengembangan Controlled Ventury Base CPAP (Continuous Positive Airway Pressure) yang membantu percepatan penyembuhan pasien covid-19 stage 2 melalui proses menjaga konsistensi level oksigenasi dalam hemoglobin pasien.
 
Ia mengatakan merebaknya wabah virus korona, menyebabkan banyak efek negatif, baik kesehatan, pendidikan, kehidupan sosial, hingga ekonomi dan di Indonesia, mau pun di dunia.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ini adalah kondisi sekarang yang penuh tantangan. Selain harus mencegah dan memutus penyebaran virus korona, namun juga harus tetap menjaga roda bisnis perusahaan tetap berjalan," kata dia dikutip dari Antara, Selasa, 12 Mei 2020.
 
Zakky menjelaskan kondisi pekerjaan di lapangan sekarang dibatasi dan mengikuti Protokol Pencegahan covid-19 sedangkan di kantor sudah menerapkan WFH (Work From Home) sejak 18 Maret 2020 hingga 20 Mei masih WFH.
 
Proyek-proyek strategis pertahanan hampir semuanya masih terus dijalankan, meski ada kemungkinan beberapa akan di-reschedule dan yang masih berjalan di antaranya seperti Rudal Pertahanan Udara Statstreak, Pamtas (Pengamanan Perbatasan) Indonesia-Malaysia, dan pengadaan sistem datalink.
 
Di bidang ICT dan energi contohnya pemeliharaan stasiun seismik gempa bumi, pemeliharaan InaTEWS (Indonesia Tsunami Early Warning System), serta pembangunan jaringan gas (jargas).
 
“Di bidang migas ini baru, kini Len Industri berperan sebagai kontraktor penunjang migas dan mendukung target lifting minyak dan gas bumi,” ujarnya.
 
Sedangkan di bidang perkeretaapian, proyek seperti pembangunan sistem persinyalan dan telekomunikasi jalur kereta api lintas Makassar-Parepare, jalur ganda kereta api lintas Bogor-Cicurug, fasilitas operasi LRT Palembang, serta pemeliharaan Skytrain/APMS Basoetta, juga masih tetap berjalan.
 
"Mari lah kita menjaga sikap, ucapan, tingkah laku kita yang dapat melemahkan imunitas fisik dan mental di tengah pandemi covid-19 ini. Tumbuhkanlah nuansa positif agar kekompakan dan solidaritas dapat terus kita jaga. Semoga wabah pandemi ini segera berlalu, dan kita semua bisa beraktivitas seperti biasanya," kata Zakky.
 
Sementara itu, Manajer Rekayasa Produk Unit Bisnis Industri, Sentot Rakhmad Abdi menjelaskan untuk ventilator BPPT saat ini sudah disertifikasi BPFK (Balai Pengamanan Fasilitas Kesehatan).
 
Sentot menuturkan Len juga sedang memproduksi 10 unit ventilator untuk keperluan uji klinis di rumah sakit sebelum peralatan tersebut diedarkan secara legal ke rumah sakit seluruh Indonesia.
 
Setelah lolos uji klinis maka produksi massal peralatan ini akan segera dilakukan. Kapasitas produksi PT Len industri per hari bisa mencapai 50 unit ventilator tergantung pada ketersediaan komponen.
 
Target produk yang diperlukan BPPT 600 unit, produksi secara massal akan dikerjakan oleh dua industri, PT Len Industri akan melakukan produksi sebanyak 300 unit. Informasi yang diterima sementara seperti itu.
 
Alat kesehatan buatan dalam negeri tersebut menggunakan material 100 persen local content (kandungan lokal), tidak ada yang impor.
 
Adanya produksi ventilator tidak mengubah line production di Len Industri, karena pada dasarnya produksi di perseroan bersifat fleksibel.
 
“Untuk saat ini, harga kedua ventilator, baik dari BPPT maupun ITB belum secara resmi ditetapkan, karena produk yang dibuat masih ada penambahan fitur dan ventilator ITB saat ini masih ditujukan untuk keperluan donasi,” ujar Sentot.
 
Untuk ventilator ITB, target diselesaikan oleh Len sebanyak 300 unit dan kapasitas produksinya mencapai 50 unit per hari dan saat ini sedang kejar produksi untuk keperluan donasi.
 
"Perusahaan lain yang ikut serta dalam produksi, yaitu PT MRB dan PT DI. Beberapa komponen ventilator dibuat sendiri oleh ITB. Saat ini kegiatan assembly komponen tersebut dilakukan oleh SMK, Polman, dan Polban," lanjut Sentot.
 

(SAW)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif