Ilustrasi Pupuk Kaltim menyiapkan pupuk Urea nonsubsidi. Foto: Istimewa
Ilustrasi Pupuk Kaltim menyiapkan pupuk Urea nonsubsidi. Foto: Istimewa

Pupuk Kaltim Tingkatkan Daya Saing Lewat Inovasi

Ekonomi pupuk
Husen Miftahudin • 03 Agustus 2020 13:22
Jakarta: PT Pupuk Kaltim, anak usaha PT Pupuk Indonesia (Persero), berkomitmen menekankan inovasi serta efisiensi di segala bidang. Alhasil perusahaan mampu meningkatkan daya saing secara nasional maupun global, dan mendukung kedaulatan pangan nasional.
 
Direktur Utama Pupuk Kaltim Bakir Pasaman menyampaikan sejumlah prestasi. Pada 2019, Pupuk Kaltim meraih KPI kategori Baik dengan tingkat Kesehatan Perusahaan kategori Sehat AA. Pupuk Kaltim juga mencapai kinerja unggul sesuai kriteria Baldrige Excellence Framework (BEF) dengan skor 692, sesuai kinerja Perusahaan pada level Industry Leader.
 
"Capaian ini untuk mengetahui posisi kinerja perusahaan melalui penilaian yang dilakukan secara fair, sekaligus memotivasi karyawan untuk menghasilkan sesuatu yang lebih baik," ujar Bakir dalam keterangan tertulis yang diterima Medcom.id, Senin, 3 Agustus 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Adapun kinerja produksi Urea perusahaan pada 2019 mencapai 104 persen dari target dan produksi amoniak mencapai 102 persen dari target. Begitu juga dengan kinerja penjualan Urea yang mencapai 100 persen. Pupuk Kaltim juga berkomitmen untuk menghasilkan produk yang berkualitas tinggi, sesuai standar yang ditetapkan.
 
"Perusahaan berkomitmen tinggi dalam menerapkan SNI secara konsisten dan berkelanjutan, terbukti dengan produk-produk perusahaan yang telah diakui kualitas dan mutunya," ucap Bakir.
 
Pada 2019, Pupuk Kaltim meraih Appreciation for Maintaining Grand Platinum (tertinggi) dalam ajang SNI Awards 2019, yang digelar oleh Badan Standarisasi Nasional (BSN) di Jakarta pada 20 November 2019. Lalu pada 2018, Pupuk Kaltim menjadi perusahaan pertama di Indonesia yang meraih Grand Platinum dalam ajang SNI tersebut, setelah berhasil mempertahankan peringkat Platinum tiga tahun berturut (2016-2018).
 
Dalam kancah industri pupuk dunia, Pupuk Kaltim meraih Gold Medal dalam ajang International Fertilizer Association (IFA) Industry Stewardship Champions di Versailles, Prancis pada 20 November 2019. "Pupuk Kaltim telah diakui dunia internasional, produk-produk perusahaan bukan hanya memiliki kualitas tinggi, tapi juga aman dan baik bagi konsumen serta ramah lingkungan," ungkap dia.
 
Peningkatan daya saing juga tercapai secara signifikan selama setahun terakhir, ditunjukkan melalui inovasi dan penghargaan berskala nasional maupun internasional, termasuk penerapan digitalisasi dengan menempatkan IT sebagai transformer. "Semangat inovasi di seluruh unit kerja Pupuk Kaltim terus berkembang secara signifikan. Insan Pupuk Kaltim terdorong untuk lebih meningkatkan inovasi berbasis teknologi dalam mendukung produktivitas perusahaan," ucap Bakir.
 
Inovasi-inovasi tersebut diapresiasi perusahaan dengan memfasilitasi wadah kreativitas bagi karyawan, melalui kompetisi internal hingga bertaraf nasional dan internasional. Seluruh inovasi yang digagas mampu meningkatkan produktivitas dan efisiensi kinerja perusahaan yang sejalan dengan konsep industri 4.0.
 
"Pengembangan teknologi berbasis informasi digagas sebagai langkah efisiensi sekaligus peningkatan daya saing perusahaan di kancah nasional maupun global," tegasnya.
 
Di sisi lain, lanjut Bakir, transformasi bisnis juga dilakukan untuk mendorong perkembangan perusahaan melalui integrasi inovasi, HR strategy dan digital transformation secara terpadu, dan sistematis.
 
"Capaian ini melihat perjalanan transformasi bisnis perusahaan yang lekat dengan manajemen modern, khususnya di era industri 4.0 yang diterapkan melalui sejumlah strategi dalam meningkatkan daya saing perusahaan di kancah global," tutup Bakir.

 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif