Permintaan ekspor kentang ke Singapura dan Malaysia meningkat pesat (Foto:Dok.Kementan)
Permintaan ekspor kentang ke Singapura dan Malaysia meningkat pesat (Foto:Dok.Kementan)

Kentang Asal Sumut Diekspor ke Singapura dan Malaysia

Ekonomi berita kementan
M Studio • 07 April 2020 22:23
Belawan: Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Karantina Pertanian Belawan mencatat terjadi peningkatan pengiriman produk hortikultura berupa kentang ke pasar ekspor di Singapura dan Malaysia.
 
Menurut Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan) Ali Jamil, mengacu pada data lalu lintas produk pertanian di unit kerjanya di Belawan, semasa wabah pandemi korona Covid-19 terjadi peningkatan signifikan.
 
Tercatat periode Januari hingga April 2020, terdapat 11 kali ekspor kentang dari Belawan ke Malaysia dan satu kali ke Singapura dengan total mencapai 80,5 ton. Sementara, pada periode yang sama tahun 2019 tercatat hanya ada tujuh kali frekuensi ekspor dengan tujuan Singapura dan Malaysia sebanyak 48,5 ton, melonjak hampir dua kali lipat.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Ini pesan yang selalu disampaikan oleh Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo, negara kita kaya, penuh potensi. Tugas kita menggarapnya untuk kesejahteraan masyarakat, khususnya petani," kata Jamil, saat memonitor arus lalu lintas ekspor melalui sistem daring dari ruang kerjanya, Selasa, 7 April 2020.
 
Kentang (Solanum tuberosum L) jenis Granola merupakan produk pertanian dari sub sektor hortikultura dan banyak dibudidayakan di wilayah Sumatera Utara.
 
Awal April merupakan masa panen. Produksi yang berlimpah siap disalurkan untuk memenuhi kebutuhan pasokan pasar dalam negeri dan ekspor.


 
Pelayanan Tidak Libur


Sesuai arahan pemerintah yakni dengan pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di tengah wabah pandemi korona Covid-19, layanan karantina hewan, ikan, dan tumbuhan menjadi salah satu layanan publik yang terus berjalan.
 
Pejabat karantina pertanian yang bertugas di lapangan dibatasi sesuai dengan kondisi lalu lintas pada unit kerja, menggunakan alat pelindung diri (APD) yang memadai, serta hal-hal yang telah diatur oleh Protokol Kewaspadaan Pencegahan Penyebaran Covid-19 bagi Layanan Publik Karantina Pertanian akan terus dipantau pimpinan di unit kerja.
 
"Kita kawal kesehatan dan keamanan produk pertanian yang dilalulintaskan, apalagi untuk bahan pangan. Juga tidak kalah penting memastikan ekspor produk pertanian tetap terjamin akseptabilitasnya di negara mitra dagang, untuk menambah devisa negara," kata Jamil.
 

(ROS)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif