Ilustrasi. FOTO: MI/ANGGA YUNIAR
Ilustrasi. FOTO: MI/ANGGA YUNIAR

Korona Buat Harga Batu Bara Acuan Maret Naik Tipis

Ekonomi batu bara
Suci Sedya Utami • 07 Maret 2020 14:21
Jakarta: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan harga jual batu bara acuan (HBA) di pasar untuk Maret 2020 sebesar USD67,08 per ton. Harga tersebut naik tipis sebesar USD0,19 per ton dibandingkan HBA Februari yang sebesar USD66,89 per ton. Ketetapan tersebut diatur dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 69.K/30 MEM/2020.
 
Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi menjelaskan kenaikan HBA Maret ini salah satunya dipicu oleh tambang batu bara di Tiongkok yang belum beroperasi optimal setelah periode libur tahun baru Imlek. Selain itu, akibat merebaknya penyebaran virus korona sehingga pasokan menjadi berkurang.
 
HBA Maret akan digunakan untuk penjualan langsung (spot) selama satu bulan pada titik serah penjualan secara Free on Board di atas kapal pengangkut (FOB Veseel). "Di sisi lain permintaan dari Jepang, India, dan Korea mengalami kenaikan," ujar Agung, seperti dilansir dari laman resmi Kementerian ESDM, Sabtu, 7 Maret 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Nilai HBA diperoleh rata-rata empat indeks harga batu bara yang umum digunakan dalam perdagangan batu bara dunia, yaitu Indonesia Coal Index (ICI), Newcastle Export Index (NEX), Globalcoal Newcastle Index (GCNC), dan Platt's 5900 pada bulan sebelumnya.
 
Sementara itu, mayoritas harga acuan untuk 20 mineral logam (Harga Mineral Acuan/HMA) juga mengalami fluktuatif harga di Februari 2020. Misalnya, untuk harga nikel turun menjadi USD14.029,72/dry metric ton (dmt) dari bulan sebelumnya, yaitu USD16.107,27/dmt. Untuk HMA di antaranya:
 
1. Kobalt: USD33.326,09/dmt, naik dari USD32.361,11/dmt.
2. Timbal: USD1.891,33/dmt, turun dari USD1.920,47/dmt.
3. Seng: USD2.239,61/dmt,turun dari USD2.349,64/dmt.
4. Aluminium: USD1.723,11/dmt, turun dari USD1.780,22/dmt.
5. Tembaga: USD5.786,04/dmt, turun dari USD6.178,78/dmt.
6. Emas sebagai mineral ikutan: USD1.571,59/ounce, naik dari USD1.536,14/ounce.
7. Perak sebagai mineral ikutan: USD17,81/ounce, turun dari USD17,91/ounce.
8. Ingot timah Pb 300, Pb 200, Pb 100, Pb 050, 4NINE: sesuai harga ingot timah yang dipublikasikan ICDX pada hari penjualan.
9. Logam emas dan Logam perak sesuai harga logam emas yang dipublikasikan London Bullion Market Association (LBMA) pada hari penjualan.
10. Mangan: USD 3,73/dmt, naik dari USD3,66/dmt.
11. Bijih Besi Laterit/Hematit/Magnetit: USD1,28/dmt, turun dari USD1,34/dmt.
12. Bijih Krom: USD 2,56/dmt, turun dari USD 2,51/dmt.
13. Konsentrat Ilmenit: USD 4,64/dmt, naik dari USD 4,56/dmt.
14. Konsentrat Titanium: USD10,52/dmt, turun dari USD 10,84/dmt.
 
HMA adalah variabel dalam menentukan Harga Patokan Mineral (HPM) logam berdasarkan formula yang diatur dalam Kepmen ESDM Nomor 2946 K/30/MEM/2017 tentang Formula Untuk Penetapan Harga Patokan Mineral Logam. Variabel penentuan HPM logam lainnya adalah nilai/kadar mineral logam, konstanta, corrective factor, treatment cost, refining charges, dan payable metal.
 
Besaran HMA ditetapkan oleh Menteri ESDM setiap bulan dan mengacu pada publikasi harga mineral logam pada index dunia, antara lain oleh London Metal Exchange, London Bullion Market Association, Asian Metal dan Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX).

 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif