Ilustrasi serapan gas PGN anjlok - - Foto: MI/ Pnaca Syurkani
Ilustrasi serapan gas PGN anjlok - - Foto: MI/ Pnaca Syurkani

Terserang Covid-19, Serapan Gas PGN Anjlok

Ekonomi gas perusahaan gas negara (pgn)
Suci Sedya Utami • 17 April 2020 16:50
Jakarta: Munculnya wabah covid-19 berdampak signifikan terhadap pasar gas bumi nasional. Hal ini turut berimbas terhadap penjualan gas PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN).
 
Penurunan itu telah dirasakan PGN pada kuartal I. Tercatat penjualan gas PGN hingga akhir Maret 2020, turun hingga 68,6 miliar british thermal unit per hari (billion british thermal unit per day/bbtud) dibandingkan realisasi pada periode yang sama tahun lalu.
 
Direktur Utama PGN Gigih Prakoso mengatakan jika kondisi makin memburuk, penurunan ini pun diperkirakan akan berlanjut di kuartal II.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hampir seluruh sektor industri terkena dampak termasuk pembangkit listrik. Misalnya pada kuartal I, penyerapan gas oleh pelanggan industri manufaktur tercatat turun di antaranya industri kimia turun 12,77 bbtud, keramik 11,18 bbtud, dan makanan 10,9 bbtud.
 
"Diperkirakan penurunan total untuk kontrak sektor industri di triwulan kedua 2020 ini sebesar 15 persen dibandingkan triwulan pertama," kata Gigih seperti dikutip dalam tayangan rapat dengar pendapat dengan Komisi VI di akun Youtube resmi DPR RI, Jumat, 17 April 2020.
 
Gigih mengatakan untuk sektor retail diperkirakan dalam satu tahun terjadi penurunan permintaan gas sebesar 18,66 bbtu. Puncak penurunan akan terjadi pada Mei, Juni, dan Juli.
 
Demikian juga untuk pelanggan segmen korporat akan berkurang 10 bbtu serta pelanggan baru turun tiga bbtu. Puncak penurunan pelanggan korporat akan terjadi pada April dan Mei. Sementara masa recovery penyerapan gas ini diprediksi pada Juni sampai Desember.
 
"Secara total penurunan total 31,59 bbtud sepanjang 2020. Penurunan ini dialami karena masalah bahan baku impor, produksi menurun, lalu adanya eksposure terhadap depresiasi nilai dolar dan rupiah," ujar Gigih.
 
Guna memastikan industri tetap dapat beroperasi, PGN memberikan relaksasi kepada pelanggan berupa penghapusan denda meski pelanggan menyerap gas di bawah batas minimal (take or pay) yang disepakati dalam kontrak. Relaksasi diberikan lantaran pelanggan sudah meminta untuk tidak mengambil gas melebihi batas minimal.
 
Namun demikian PGN berharap ada relaksasi ketentuan take or pay dari produsen gas di hulu yang memasok gas ke PGN. Perusahaan pun akan mengupayakan efisiensi dalam menggunakan dana investasi yang disiapkan tahun ini sebesar USD700 juta.
 
“Produsen hulu agar melakukan penyesuaian take or pay sehingga lebih fleksibel dalam mengelola sumber pasokan gas,” tandasnya.
 
(Des)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif