Ilustrasi. FOTO: MI/ATET DWI PRAMADIA
Ilustrasi. FOTO: MI/ATET DWI PRAMADIA

Pembatasan Belanja Bahan Pokok Bersifat Sementara

Ekonomi belanja Virus Korona sembako
Ilham wibowo • 26 Maret 2020 10:35
Jakarta: Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Suhanto mengklarifikasi terkait pembatasan belanja kebutuhan pokok melalui surat edaran Bareskrim Polri. Imbauan dari Satgas Pangan tersebut kini telah dicabut.
 
Suhanto membantah adanya imbauan tersebut diartikan sebagai kekurangan stok di tengah penanganan darurat virus korona. Langkah pembatasan semula disosialisasikan agar masyarakat tidak panik dan barang bisa terdistribusi secara merata.
 

"Pemerintah belum dan tidak pernah melakukan pembatasan. Memang pada saat terjadi virus korona yang merebak di Jakarta saat itu masyarakat panik dan banyak belanja berlebih, ini niat baik Satgas Pangan agar hindari terjadinya rush dan keramaian," kata Suhanto, melalui video konferensi, Rabu, 25 Maret 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Suhanto menilai Satgas Pangan memiliki itikad baik dengan mengeluarkan surat edaran terutama pada pembelian beras maksimal 10 kilogram (kg), gula dua kg, minyak goreng maksimal empat liter, dan mi instan hanya dua dus. Imbauan pada 16 Maret 2020 tersebut juga telah dijalankan dengan baik oleh asosiasi pengusaha ritel maupaun pedagang di pasar tradisional.
 
"Kami lakukan koordinasi bahwa kami sampaikan stok bahan pokok ternyata cukup dan masyarakat tetap kami imbau tidak membeli berlebih, dua hari kemudian Satgas sudah cabut surat edaran itu. Kami sampaikan tidak ada lagi pembatasan," ungkapnya.
 
Masyarakat diminta untuk tetap tenang dalam berbelanja. Stok barang kebutuhan pokok saat ini telah tersedia dengan mengalihkan kebutuhan industri untuk konsumsi maupun mekanisme impor.
 
"Kami berpesan walaupun tidak ada batasan tapi jangan menumpuk barang kebutuhan bahan pokok di rumah, belilah sesuai kebutuhan," tutupnya.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif