Order pembelian produk pertanian di Kedai Sayur mengalami peningkatan yang cukup signifikan. (Foto: Dok. Kementan)
Order pembelian produk pertanian di Kedai Sayur mengalami peningkatan yang cukup signifikan. (Foto: Dok. Kementan)

Penjualan Kedai Sayur Meningkat di Tengah Pandemi Covid-19

Ekonomi berita kementan
Gervin Nathaniel Purba • 10 April 2020 14:26
Jakarta: Imbauan pemerintah untuk berdiam diri di rumah selama pandemi covid-19 justru berdampak positif pada startup pertanian berbasis teknologi. Kedai Sayur misalnya, yang mengalami peningkatan penjualan semenjak aturan bekerja dari rumah ditetapkan.
 
Direktur Operasional Kedai Sayur Indonesia Ahmad Supriyadi mengatakan, pemberlakuan untuk tetap di rumah membuat order pembelian produk pertanian di Kedai Sayur mengalami peningkatan yang cukup signifikan.
 
"Walaupun permintaan dari hotel, restoran, kafe, dan catering mengalami penurunan, namun permintaan konsumen rumahan atau individu mengalami lonjakan tajam, sehingga flow bisnis kami sekarang cendrung lebih fokus ke bussines to consumer (B to C)," katanya, dikutip dari keterangan tertulis, Jumat, 10 April 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia menjelaskan, saat pandemi covid-19 muncul di Indonesia, customer behaviour seketika berubah haluan. Dari yang biasanya menggunakan metode tradisional, beralih ke digital.
 
Beruntung, Supriyadi sudah merencanakan strategi ini jauh-jauh hari. Dia sudah melakukan analisa produk selama pandemi covid-19. Produk yang termasuk kategori banyak permintaan (high demand) akan dipantau dari segi sourcing dan harga.
 
"Kami sudah mempersiapkan kasus per kasus untuk beberapa langkah ke depannya, supaya interaksi daring meningkat. Jadi ketika orang-orang khawatir untuk keluar, disitulah kami hadir menawarkan solusi," katanya.
 
"Sesuai dengan slogan Kedai Sayur, yaitu sayurnya diantar saja, kami akan memberikan pelayanan terbaik bagi konsumen. Kesigapan tim operational kami juga dipersiapkan agar Kedai Sayur tetap meemberikan pelayanan maksimal dan berperan penting di tengah pandemi covid-19 untuk masyarat Indonesia," ujar dia.
 
Meski begitu, Supriyadi menilai keadaan seperti sekarang merupakan sebuah tantangan dan peluang bagi usahanya. Di mana dia harus mencari solusi bagamana tetap melayani konsumen serta beradaptasi dengan perubahan yang ada.
 
"Di sisi lain, ini adalah sebuah peluang untuk meningkatkan eksistensi Kedai Sayur itu sendiri dan mengembangkan flow business kami. Kami telah mempersiapkan aplikasi khusus untuk mengakomodir permintaan konsumen rumahan atau individu dan segera akan launching untuk memudahkan proses pemesanan di Kedai Sayur," katanya.
 
Sebagai informasi, Kedai Sayur merupakan start up yang beridir sejak 2018 dengan konsep menawarkan pasokan produk pangan dan layanan pengiriman kepada konsumen. Target pasar Kedai Sayur mencakup bussines to bussines (tukang sayur, hotel, restoran, kafe dan catering), serta B to C, seperti konsumen rumahan atau individu.
 
Terkait hal ini, Kementerian Pertanian (Kementan) menunjuk para pengusaha muda untuk menjadi Duta Petani Milenial (DPM) Sigap Corona. Dalam tugasnya, DPM diharapkan memberi kontribusi besar pada ketersediaan pangan di seluruh Indonesia dalam memutus rantai Covid 19.
 
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan, bahwa keberadaan DPM merupakan bukti kuat bahwa sektor pertanian adalah sektor penting dalam menghadapi berbagai ancaman krisis, termasuk pandemi covid-19. Karena itu, produksi pertanian tidak boleh berhenti untuk menunjang kebutuhan masyarakat sehari-hari.
 
"Pertanian tidak boleh berhenti terutama untuk melawan pandemi covid-19. Ini saatnya kita menjadi pahlawan untuk menyelamatkan bangsa. Pastikan jangan sampai ada pangan yang tertahan," kata Syahrul.
 

(ROS)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif