Operasional pabrik perlu menerapkan prosedur baru selama pandemi virus korona (covid-19). Foto: Medcom.id/Bagus Rachmanto.
Operasional pabrik perlu menerapkan prosedur baru selama pandemi virus korona (covid-19). Foto: Medcom.id/Bagus Rachmanto.

Menperin Terbitkan Surat Edaran Operasional Pabrik

Ekonomi pabrik kementerian perindustrian virus corona PSBB
Ilham wibowo • 08 April 2020 14:32
Jakarta: Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan bakal mendukung produktivitas perusahaan industri dalam penerapan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB). Operasional pabrik perlu menerapkan prosedur baru selama pandemi virus korona (covid-19).
 
Dukungan tersebut dituangkan dalam Surat Edaran Menteri Perindustrian Nomor 4 Tahun 2020 tentang pelaksanaan operasional pabrik dalam masa kedaruratan kesehatan masyarakat Corona Virus Disease 2019. Edaran tersebut juga merupakan tindak lanjut dari keputusan Presiden terkait darurat covid-19 dan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 9 tahun 2020 tentang Pedoman PSBB dalam rangka percepatan penanganan covid-19.
 
“Surat edaran ini bertujuan mendukung industri dalam berproduksi namun sesuai dengan protokol kesehatan yang dianjurkan oleh organisasi kesehatan dunia WHO,” ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita melalui keterangan tertulisnya, Rabu, 8 April 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Surat edaran bertanggal 7 April 2020 tersebut ditujukan kepada Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, ketua asosiasi pengusaha Indonesia, ketua asosiasi industri, serta pimpinan perusahaan industri maupun perusahaan kawasan industri. Di dalamnya memuat pedoman bagi pelaku industri dalam menjalankan kegiatan usahanya selama masa kedaruratan kesehatan masyarakat covid-19.
 
“Kami mengharapkan sektor industri dapat tetap memberikan kontribusi terhadap ekonomi nasional walaupun dalam kondisi yang di luar harapan, terutama dari sektor-sektor yang masih memiliki permintaan tinggi,” papar Agus.
 
Menperin menyebutkan, sektor-sektor dengan demand tinggi tersebut antara lain industri alat kesehatan dan aneka pangan yang diperlukan untuk menyuplai kebutuhan di dalam negeri.
 
“Kami juga berharap sektor tersebut dapat melakukan ekspor untuk pasar global,” ucapnya.
 
Perusahaan industri serta perusahaan kawasan industri diberi izin untuk menjalankan kegiatan usaha dengan kewajiban memenuhi ketentuan, di antaranya melakukan screening awal kepada seluruh pekerja melalui pemeriksaan suhu tubuh dan pemantauan gejala saat memasuki area pabrik dan pergantian shift, serta memastikan sirkulasi udara yang baik dan fasilitas kebersihan yang memadai termasuk fasilitas cuci tangan sebelum memasuki bangunan.
 
Berikutnya, meningkatkan frekuensi pembersihan fasilitas produksi dan area umum secara rutin dengan cairan disinfektan, serta mengatur pembatasan jumlah pekerja saat menggunakan fasilitas umum seperti tempat ibadah atau kantin.
 
“Perusahaan juga wajib menyediakan suplemen maupun makanan bergizi dan menyosialisasikan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta informasi tentang covid-19 kepada para pekerja,” paparnya.
 
Di samping itu, para pekerja harus menerapkan PHBS serta memakai masker sejak keluar rumah dan memakai sarung tangan selama berada di area pabrik. Aturan physical distancing sejauh minimal satu meter serta menghindari kontak fisik juga harus dipatuhi oleh para pekerja.
 
"Surat edaran ini merupakan dasar bagi mekanisme izin unit produksi yang membutuhkan proses berkelanjutan seperti tertuang dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 9 tahun 2020," pungkasnya.
 

(DEV)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif