Di tengah pandemi korona, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), sedang memasuki masa panen raya padi dan jagung pada Maret hingga Mei 2020 (Foto:Dok.Kementan)
Di tengah pandemi korona, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), sedang memasuki masa panen raya padi dan jagung pada Maret hingga Mei 2020 (Foto:Dok.Kementan)

Korona Tak Halangi Petani di Bima Panen Raya Padi dan Jagung

Ekonomi berita kementan
M Studio • 30 Maret 2020 22:52
Bima: Hamparan pertanian di Kabupaten Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) sedang memasuki masa panen raya padi dan jagung pada Maret hingga Mei 2020. Panen ini memastikan ketersedian pangan di daerah tersebut aman di tengah pandemi virus korona Covid-19.
 
Kepala Bidang Tanaman Pangan Kabupaten Bima Chairul Munir menjelaskan beberapa wilayah di Kabupaten Bima saat ini sudah memasuki masa panen baik untuk padi maupun jagung. Wabah virus korona tak menyurutkan semangat petani.
 
Total luas panen padi bulan Maret 2020 seluas 8.918 hektare, April 20.980 hektare, dan Mei 9.667 hektare. Total luas panen jagung pada Maret 2020 seluas 17.489 hektare, April 31.536 hektare, dan Mei seluas 4.164 hektare.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Pada bulan Maret, hamparan padi yang dipanen terluas di Kecamatan Soromandi 1.926 hektare, Madapangga 1.455 hektare, Soromandi 1.064 hektare, dan Kecamatan Bolo 1.019 hektare. Kabupaten Bima memiliki 18 kecamatan. Hampir semuanya melakukan panen padi dan jagung," ucap Chairul, di Bima, NTB, Senin, 30 Maret 2020.
 
"Untuk jagung, sentra jagung terdapat di Kecamatan Soromandi, Sanggar, Donggo dan Madapangga. Pada bulan Maret, panen jagung terbanyak ada di Kecamatan Donggo seluas 5.594 hektare, dan April panen terluas di Kecamatan Soromandi seluas 7.083 hektare," katanya menambahkan.
 
Panen padi di Kabupaten Bima sebenarnya sudah dimulai pada Januari 2020. Secara kumulatif, luas panen padi dari Januari sampai Maret 2020 seluas 12.685 hektare dengan rata-rata provitas 5,2 ton per hektare.
 
"Dengan begitu, produksi gabah pada rentang waktu tersebut sebesar 65.962 ton gabah kering panen atau 41.886 ton setara beras," ucapnya.
 
Lebih lanjut Chairul menjelaskan dengan jumlah penduduk Kabupaten Bima 483.901 jiwa dan asumsi konsumsi beras penduduk Kabupaten Bima rata-rata 125 kg/kapita/tahun, maka ketersediaan pangan pokok khususnya beras dipastikan aman hingga lima bulan ke depan. Hal ini belum termasuk prediksi panen April-Mei yang potensinya mencapai 30.647 hektare.
 
"Hasil panen ini kami pastikan tidak hanya mengamankan kebutuhan internal Kabupaten Bima, tapi juga bisa disuplai ke daerah lain. Oleh karena itu, produksi beras dan jagung di Bima selama pandemi korona aman terkendali," ujarnya tegas.
 
Untuk informasi harga, saat ini harga gabah di petani Kabupaten Bima Rp4.000 hingga Rp4.200 per kilogram gabah kering panen. Jagung seharga Rp3.100 hingga Rp3.500 per kilogram pipilan kering.
 
Di tempat terpisah, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi menuturkan Kementan bersama pemerintah terus berkoordinasi untuk mengamankan produksi pangan dan kesehatan para petani dan petugas lapangan.
 
Hal ini penting agar kegiatan budidaya dan panen terus dilakukan sehingga produksi pangan saat wabah virus korona tetap meningkat, salah satunya di Kabupaten Bima, NTB.
 
"Sesuai arahan Bapak Menteri Pertanian, kita meminta para petani dan semua pihak agar selalu menjaga kesehatan, cuci tangan dengan sabun, melakukan social distancing dan ikuti anjuran pemerintah. Semuanya harus tetap semangat meningkatkan produksi guna memasok pangan secara cukup bagi penduduk," ujarnya.
 
Selain produksi, Suwandi menegaskan Kementan bersama pihak Kepolisian dan pemerintah daerah menjamin harga pangan petani yang menguntungkan. Kementan mendorong tindakan tegas aparat berwajib untuk memberi efek jera kepada oknum yang sengaja menaikkan harga dan menimbun bahan pangan.
 
"Sehingga, harga beras di tengah pandemi corona ini tidak ada pihak yang mengambil untung dengan cara tidak wajar. Sesuai arahan Bapak Menteri Pertanian, jika ada penimbunan, kami gerak cepat bersinergi dengan pihak Kepolosian," ucapnya.
 
"Jangan biarkan publik panik sehingga terjadi yang namanya panic buying. Kita usahakan mulai dari kebutuhan hingga produksi dalam negeri tetap berjalan," kata Suwandi.
 

(ROS)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif