Ilustrasi. FOTO: Media Indonesia
Ilustrasi. FOTO: Media Indonesia

Ekspor Udang Jawa Timur Meningkat saat Pandemi

Ekonomi ekspor Virus Korona Ekonomi Indonesia
Antara • 16 September 2020 10:04
Surabaya: Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekspor udang dari Jawa Timur (Jatim) mengalami peningkatan meski di masa pandemi covid-19. Tercatat ekspor secara total naik 3,33 persen, yakni dari periode Januari-Juli 2019 ke periode yang sama di 2020.
 
Pada periode Januari-Juli 2019, catatan ekspor untuk jenis ikan dan udang sebesar USD616,33 juta. Kemudian pada periode yang sama di 2020 mencapai USD636,84 juta. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jatim Drajat Irawan mengakui hal tersebut.
 
Ia mengatakan Amerika Serikat (AS), Tiongkok, dan Jepang merupakan pasar dengan penyerapan paling tinggi terhadap komoditas ikan dan udang dari Jatim. Nilai total ekspor ke tiga negara mendominasi sekitar 92,11 persen dari nilai ekspor udang Jatim secara keseluruhan," kata Drajat, dikutip dari Antara, Rabu, 16 September 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Meski demikian, Drajat tetap mengimbau agar para pelaku usaha yang ingin menikmati fasilitas tarif preferensi perlu memperhatikan produk yang akan diekspor harus memenuhi ketentuan asal barang yang dibuktikan dengan kepemilikan dokumen Surat Keterangan Asal (SKA).
 
"Untuk ekspor ke negara Amerika Serikat dapat menggunakan SKA Form A, Form IJEPA digunakan untuk negara Jepang, dan form E untuk Tiongkok," jelasnya.
 
Sementara dilansir dari data Pusdatin Kemenperin RI Januari-Juni 2020, rincian tiga negara teratas yang menjadi tujuan ekspor udang Jatim, masing-masing Amerika Serikat adalah sebesar USD151,86 juta, Jepang sebesar USD84,31 juta, dan Tiongkok sebesar USD27,05 juta.
 
"Komoditas potensial seperti udang yang permintaannya cukup tinggi di Amerika Serikat, Jepang, dan Tiongkok perlu didorong agar mampu memenuhi standar produk layak ekspor. Disperindag Jatim melalui FTA Center Surabaya siap memberikan pendampingan, konsultasi maupun sosialisasi terkait regulasi ekspor," pungkas Drajat.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif