Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir. Foto: Dok. Kementerian BUMN
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir. Foto: Dok. Kementerian BUMN

Erick Thohir Masih Bujuk Tesla Investasi Baterai Listrik di RI

Ekonomi mobil listrik tesla Erick Thohir
Husen Miftahudin • 23 Februari 2021 14:45
Jakarta: Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengakui saat ini pemerintah masih membujuk produsen mobil listrik Amerika Serikat, Tesla, untuk melakukan pengembangan baterai kendaraan listrik atau EV battery di Indonesia.
 
Pengembangan industri EV battery merupakan bagian dari program Indonesia Tumbuh. Memiliki sumber daya alam yang melimpah, Indonesia menjadi salah satu negara produsen terbesar penghasil bahan-bahan EV battery.
 
"Kita juga terus mengadakan pembicaraan dengan beberapa perusahaan besar lainnya, dari Jepang, Amerika Serikat, termasuk yang sering dibicarakan publik yaitu Tesla," ujar Erick dalam seminar virtual The Indonesia 2021 Summit: The Future is Now, Leading in The Era of Disruptions yang disiarkan secara langsung di kanal YouTube Medcom.id, Selasa, 23 Februari 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Erick menekankan bahwa langkah ini penting guna memenuhi kebutuhan EV battery. Pasalnya Indonesia merupakan negara dengan potensi kebutuhan EV battery tinggi di masa depan sekaligus negara penghasil bahan-bahannya.
 
"Hal-hal ini tentu tidak lain untuk Indonesia Tumbuh dengan program-program yang jelas seperti EV battery. Ini juga bisa menjadi fondasi pertumbuhan Indonesia, tidak hanya untuk satu tahun, tapi 20 tahun yang akan datang berdasarkan kekuatan sumber daya alam Indonesia," tegas dia.
 
Saat ini investasi yang sudah mencapai tahap perjanjian bisnis pengembangan EV battery adalah dengan produsen baterai kendaraan listrik asal Tiongkok, Contemporary Amperex Technology Co. Ltd. (CATL), dan perusahaan asal Korea Selatan, LG Chem Ltd.
 
Perjanjian bisnis itu dilakukan oleh konsorsium BUMN yang terdiri dari holding pertambangan Mind ID, PT Pertamina (Persero), dan PT PLN (Persero), serta PT Aneka Tambang Tbk.
 
"Karena itu makanya kita agresif, dan Alhamdulillah kita sudah mendapat kesempatan menandatangani perjanjian EV battery oleh konsorsium BUMN dengan CATL dan LG Chem untuk membuat EV battery di Indonesia," pungkas Erick.
 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif