UU Cipta Kerja. Foto : Medcom.
UU Cipta Kerja. Foto : Medcom.

Tak Mau Pilih-Pilih, Semua Investasi Bisa Dilayani dengan UU Cipta Kerja

Ekonomi investasi UU Cipta Kerja
Eko Nordiansyah • 02 Desember 2020 13:16
Jakarta: Pemerintah berharap reformasi struktural melalui Undang-Undang (UU) Cipta Kerja bisa mengundang investasi masuk. Bahkan UU Cipta Kerja tak hanya menargetkan investasi besar saja, tapi juga investasi yang bersifat mikro.
 
"Jadi kita tidak membedakan antara investasi asing dan dalam negeri. Itu pentingnya UU Cipta Kerja dikeluarkan," kata Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian Iskandar Simorangkir dalam Serap Aspirasi Implementasi UU Cipta Kerja secara virtual, Rabu, 2 Desember 2020.
 
Menurutnya, selama ini Indonesia menghadapi berbagai masalah dalam upaya menarik investasi masuk. Hal ini bisa dilihat dari defisit transaksi berjalan atau Current Account Deficit (CAD) yang selama bertahun-tahun tidak bisa diatasi oleh pemerintah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia menambahkan defisit transaksi berjalan terjadi karena Indonesia mengandalkan ekspor komoditas sumber daya alam (SDA). Akibatnya ketika harga komoditas SDA turun, maka terjadi defisit. Sedangkan surplus hanya terjadi ketika harga komoditas naik.
 
"Kita hapus masalah tadi, kita ingin membangun industri kita. Masalah dari hulu hilir, ekspor, sehingga masalah CAD tadi, ekspor yang kita bisa kuasai ke seluruh dunia dan substitusi impor dalam negeri bisa kita atasi," ungkapnya.
 
Dengan UU Cipta Kerja, pemerintah memangkas regulasi yang berbelit dalam hal perizinan berusaha. Iskandar juga berharap adanya omnibus law ini akan membuat biaya investasi di Indonesia menjadi lebih murah sehingga bisa bersaing dengan negara lain.
 
"Siapa yang mau investasi di Indonesia baik itu usaha mikro dalam negeri ataupun investor asing. Ini yang mau diterabas dengan UU Cipta Kerja. Ini langkah transformasi ekonomi supaya kita bisa keluar dari jebakan middle income trap. Caranya menarik investasi, dan regulasi diperpendek, semua disederhanakan," pungkas dia

 
(SAW)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif