Ilustrasi. FOTO: MI/ANGGA YUNIAR
Ilustrasi. FOTO: MI/ANGGA YUNIAR

Harga Batu Bara Acuan Desember Melonjak ke USD59,65/Ton

Ekonomi batu bara Kementerian ESDM
Suci Sedya Utami • 04 Desember 2020 13:35
Jakarta: Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menetapkan Harga Batu Bara Acuan (HBA) selama Desember 2020 sebesar USD59,65 per ton. Harga ini mengalami kenaikan sebanyak 7,07 persen atau USD3,94 per ton dibandingkan dengan HBA pada November sebesar USD55,71 per ton.
 
Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi menjelaskan penyebab kenaikan harga komoditas batu bara Indonesia tidak terlepas dari meningkatnya permintaan pasar global.
 
"Jepang, Korea Selatan, dan India sedang gencar-gencarnya melakukan impor batu bara dari Indonesia guna memenuhi kebutuhan industri domestik mereka. Ini menandakan pulihnya industri di negara-negara tersebut," kata Agung, seperti dilansir dari laman resmi Kementerian ESDM, Jumat, 4 Desember 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Faktor lain yang turut memicu penguatan HBA adalah adanya penandatanganan kesepakatan peningkatan kesepakatan ekspor batu bara Indonesia ke Tiongkok. Dalam tiga bulan terakhir, pergerakan HBA terus merangkak naik setelah hampir sepanjang tahun mengalami kelesuan dan kontraksi yang luar biasa akibat pandemi covid-19.
 
Tercatat pada Oktober, harga batu bara di angka USD51 per ton dari bulan sebelumnya dengan September hanya menyentuh angka USD49,42 per ton. Secara menyeluruh, rata-rata HBA di 2020 yaitu USD58,17 per ton.
 
Semenjak covid-19 ditetapkan sebagai pandemi global, pergerakan HBA memang mengalami fluktuasi. HBA sempat menguat sebesar 0,28 persen ke angka USD67,08 per ton pada Maret 2020 dibandingkan Februari 2020 yang dipatok USD66,89 per ton dan Januari pada angka USD65,93 per ton.
 
Kemudian, HBA terus mengalami pelemahan ke angka USD65,77 per ton pada April dan USD61,11 per ton pada Mei. Selanjutnya, pada Juni 2020, HBA turun ke angka USD52,98 per ton, Juli USD52,16 per ton, dan Agustus USD50,34 per ton. Sempat turun di September menjadi USD49,42 per ton, HBA kembali menguat di bulan Oktober sebesar USD51 per ton.
 
Sebagai informasi, HBA sendiri diperoleh dari rata-rata indeks Indonesia Coal Index (ICI), Newcastle Export Index (NEX), Globalcoal Newcastle Index (GCNC), dan Platts 5900 pada bulan sebelumnya. Kualitas yang disetarakan pada kalori 6322 kcal per kilogram GAR. 
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif