Achmad Nur Hasim, pemilik usaha Kekean Wastra Gallery. Foto: Dok. Pertamina.
Achmad Nur Hasim, pemilik usaha Kekean Wastra Gallery. Foto: Dok. Pertamina.

Wow! Christian Dior Pinang Tenun Bali Karya UMKM Pertamina

Ekonomi pertamina UMKM
Suci Sedya Utami • 03 Desember 2020 10:46
Jakarta: Estetika dalam tenun kain Bali rupanya berhasil memikat banyak orang. Achmad Nur Hasim, pemilik usaha Kekean Wastra Gallery yang memproduksi kain tenun Endek Bali sampai mendapat kepercayaan dari produsen barang mewah dan rumah mode ternama asal Prancis, Christian Dior.
 
Achmad merupakan salah satu UMKM mitra binaan Pertamina yang bergerak di bidang tekstil. Meski terbilang muda dalam bisnisnya, namun karya dan prestasinya telah mendapat sejumlah pengakuan internasional.
 
Dalam salah satu ajang di Jepang, dari 17 usaha yang diikutsertakan Pemerintah Indonesia, hanya enam yang lolos untuk dikirim ke Jepang. Satu peserta hanya dapat maksimal mengirim lima produk untuk lima kategori.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Dan dari enam peserta ini, Alhamdulillah hanya Kekean yang berhasil menyapu bersih lima penghargaan dalam masing-masing kategori,” kata Achmad, Kamis, 3 Desember 2020.
 
Pria yang akrab disapa Aam ini mengatakan salah satu rahasia dibalik kesuksesan produksinya adalah dari segi pewarnaan. Ia harus menggunakan pewarna yang ramah lingkungan agar produknya dapat diterima hingga mancanegara.
 
“Jepang itu kalau masalah kualitas bahan pewarnaan nomor satu, kemudian diikuti negara-negara Eropa. Terpenting, limbah pewarna tidak boleh mencemari air sekitar tempat produksi,” tutur Aam.
 
Untuk bisa memenuhi keinginan pasar, Aam terus mencari cara untuk menyiasatinya. Ia mengakui memang tetap menggunakan bahan kimia sebagai pewarna kain. Namun, jenisnya dipilih yang ramah lingkungan dan kuantitasnya ditekan sedikit mungkin. Sementara mayoritas tetap digunakan pewarna alam.
 
"Saya pilih tanaman yang dapat dibudidayakan, seperti Indigofera, Jolawe, Mahoni, Soga Jambal, Gambir dan lainnya," ujar pria 37 tahun ini.
 
Kerja kerasnya menjaga kualitas produk berbuah manis. Hingga puncaknya yakni saat Aam dihubungi oleh atase perdagangan Indonesia di Paris. Ia diminta untuk mengirimkan sampel produknya ke perancang busana terkenal, Christian Dior.
 
“Setelah kirim produk ini, kami dapat balasan diberi sampel kain, kebetulan adalah Kain Endek Bali, diminta untuk buat persis dengan kualitas yang sama juga,” kata Aam
 
Alhasil, Aam pun menyanggupi dan mengirim kain sepanjang 600 meter pesanan Dior. Merasa puas dengan produk Aam, pihak Dior pun kembali memesan sepanjang 900 meter, 1.380 meter, 1.500 meter, dan terakhir sepanjang 1.700-an meter.
 
Bahkan, tidak hanya sekadar memesan kain, Christian Dior juga diketahui menjadikan kain Endek Bali produksi Kekean sebagai bagian dari koleksi musim semi dan musim panas 2021 yang diperagakan di Paris Fashion Week pada 29 September lalu di Jardin de Tuileries, Paris.
 
Untuk memenuhi permintaan yang semakin melonjak, Aam turut memberdayakan banyak warga lokal di Bali, tempat pusat produksinya. Terhitung, kurang lebih 100 orang yang ia minta untuk dapat membantu usahanya dan hampir 99 persen merupakan para wanita yang merupakan ibu rumah tangga.
 
“Kami banyak berdayakan ibu rumah tangga agar mereka dapat membantu pemasukan keluarga," tutur Aam.
 
Aam berencana akan mengembangkan usahanya melalui peningkatan produksi dan ekspansi wilayah tempat produksi. Selain di Bali, dirinya berencana akan membuat rumah produksi Kekean di Kota kelahirannya, Nganjuk, Jawa Timur. Sehingga, makin banyak peluang lapangan kerja yang turut terbuka.
 
Vice President Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman menambahkan, Pertamina melalui program kemitraan akan mendukung penuh bisnis yang dijalani oleh Aam. Hal itu selaras dengan upaya Pertamina dalam implementasi Goal 8 Sustainable Development Goals (SDGs), yakni mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan serta tenaga kerja penuh dan produktif.
 
"Diharapkan dapat membantu masyarakat mendapat pekerjaan yang layak dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional," jelas Fajriyah.
 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif