Ilustrasi lapangan migas. Foto: Dok. SKK Migas
Ilustrasi lapangan migas. Foto: Dok. SKK Migas

14 Proyek Migas Ditargetkan Beroperasi di 2021

Ekonomi migas SKK Migas
Suci Sedya Utami • 11 Januari 2021 17:41
Jakarta: Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyatakan 14 proyek migas ditargetkan beroperasi (onstream) pada 2020.
 
Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan dua dari total proyek tersebut masuk ke dalam Proyek Strategis Nasional (PSN), yakni Proyek Jambaran Tiung Biru (JTB) di Blok Cepu dan Proyek LNG Tangguh Train-3 di Papua.
 
Proyek JTB senilai USD1,53 miliar terdiri dari pengerjaan FEED (front end engineering design), land acquisition (pengadaan tanah), kontrak EPC early civil works, kontrak EPC GPF, serta drilling (pengeboran sumur). Proyek ini ditargetkan menghasilkan gas bersih sebesar 192 juta standar kaki kubik (mmcfd).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Konstruksi fasilitas darat Proyek Tangguh dengan investasi senilai USD8,9 miliar ini telah mencapai 88,27 persen dan fasilitas lepas pantai 98,27 persen per September lalu. Proyek ini diproyeksikan mencapai puncak produksi gas sebesar 700 mmscfd dan minyak 3.000 barel per hari (bph).
 
"Ada 12 proyek ditambah dua proyek PSN yang akan onstream di akhir 2021," kata Dwi dalam Outlook Migas 2021 di Jakarta, Senin, 11 Januari 2021.
 
Sementara 12 proyek non-PSN antara lain Proyek Seng Segat di Blok Bentu oleh EMP Bentu Ltd, Proyek Bambu Besar, Akasia Bagus, Pengurasan Minyak Tahap Lanjut (Enhanced Oil Recovery/EOR) Lapangan Jirak oleh PT Pertamina EP. serta proyek KLD di Blok Offshore North West Java (ONWJ) oleh PT Pertamina Hulu Energi ONWJ.
 
Kemudian proyek pengembangan Lapangan Sidayu dan West Pangkah di Blok Pangkah dikerjakan oleh PT Saka Energi Indonesia. Proyek West Pangkah mencakup pengeboran empat sumur dengan proyeksi produksi minyak sekitar 2.000 bph dan gas 23 mmscfd. Selanjutnya, Lapangan Sidayu mencakup pengeboran tiga sumur dengan produksi minyak sekitar 7.000 bph dan gas 3,9 mmscfd.
 
Berikutnya, Proyek Merakes oleh ENI Indonesia mencakup pengeboran enam sumur bawah laut serta pembangunan sistem pipa bawah laut yang akan terhubung dengan fasilitas produksi terapung (floating production unit/FPU) Jangkrik di Blok Muara Bakau. Puncak produksi Lapangan Merakes diperkirakan bisa mencapai 60.305 barel setara minyak per hari (barrel oil equivalent per day/boepd).
 
Sementara Proyek Bambu Besar dan Akasia Bagus awalnya diupayakan beroperasi di tahun lalu. Proyek Bambu Besar direncanakan dapat memproduksi minyak sekitar 1.600-1800 bph dan berpotensi menjadi lebih besar lagi.
 
Selanjutnya, Proyek Akasia Bagus ditargetkan menghasilkan minyak 2.500 bph dari pengeboran enam sumur. Terakhir, Proyek Seng Segat sempat ditargetkan beroperasi di 2019. Proyek ini diperkirakan bisa menghasilkan gas 60 mmscfd.
 
Nilai investasi ke-12 proyek ini tercatat sebesar USD354 juta dan akan memberikan tambahan produksi minyak 27 ribu bph dan gas 492 mmscfd.
 
Operasional seluruh proyek ini diharapkan menjadi penopang target produksi siap jual (lifting) minyak pada 2021 sebesar 705 ribu dan gas 5.638 mmscfd. 
 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif