Pertamina. Foto : Setkab.
Pertamina. Foto : Setkab.

Digitalisasi Transportasi Tingkatkan Keamanan Distribusi BBM

Ekonomi BUMN Pertamina BBM
M Sholahadhin Azhar • 11 Juni 2021 19:39
Jakarta: Smart Moda Transportasi (SmartMT) diyakini meningkatkan keamanan distribusi bahan bakar minyak (BBM) oleh Pertamina. Digitalisasi sistem transportasi itu memperkecil potensi kecelakaan saat pengiriman bahan bakar.
 
"Ini bisa mengurangi kecelakaan. Selain meningkatkan efisiensi, biaya juga berkurang. Tak kalah pentingnya TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri), material dalam negeri, alat kerja dalam negeri, pekerjanya pun dalam negeri," kata Direktur SDM dan Penunjang Bisnis Pertamina Patra Niaga Sub Holding Commercial & Trading Isabella Hutahaean melalui keterangan tertulis, Jumat, 11 Juni 2021.
 
Pihaknya menargetkan 220 stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) akan menggunakan SmartMT. Isabella mengatakan digitalisasi transportasi itu berkaca pada kasus-kasus kecelakaan mobil tangki Pertamina.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sejumlah hal menjadi penyebab, mulai sopir yang kelelahan saat mengemudi hingga kegagalam sistem pengereman. Sehingga, SmartMT diinisiasi pada 2018 dan mendapat sejumlah pengembangan hingga kini.
 
"SmartMT saat ini terintegrasi dengan sistem eksisting (TAS-NewIFMS/SIOD, ODI, GPS Fleetsight, CCTV kabin mobil tangki)," kata Isabella.
 
Baca: 27 SPBU Satu Harga Diresmikan
 
Ke depan, sistem tersebut akan terintegrasi dengan digitalisasi SPBU dan pendukung lainnya. SmartMT terbaru untuk mobil tangki memiliki 15 fitur, antara lain untuk mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas, monitoring kondisi pengemudi (fatigue), dan melacak posisi.
 
"Ini bisa menjadi jawaban. Selama ini kecelakaan sering terjadi. Namanya manusia, sopir bisa saja capek lalu ada kecelakaan. Tapi dengan adanya SmartMT ini bisa dideteksi dan bahkan ke depan bisa di-upgrade lagi bisa mengecek detak jantung," kata Isabella.
 
Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) memuji inovasi tersebut. Hal itu diutarakan Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono merespons investigasi terhadap truk Pertamina yang terbakar pada 2017.
 
Menurut Soerjanto, ada kebakaran yang diawali ban terbakar akibat tromol yang mengunci. Kemudian, ban yang terus dalam posisi mengerem menimbulkan percikan api dan membakar tangki.
 
"Itu kejadian tahun 2017. Lalu mereka mengembangkan ini (SmartMT). Jadi ini inisiatif dan kepedulian Perwira Pertamina Patra Niaga," kata Soerjanto.
 
(JMS)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif